Ini yang Dirindukan Sandra Dewi dari Kehidupan Lajangnya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandra Dewi dan anaknya Raphael Moeis. Instagram.com/sandradewi88

    Sandra Dewi dan anaknya Raphael Moeis. Instagram.com/sandradewi88

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menikah dan melahirkan putera pertamanya, Raphael Moeis pada 31 Desember 2017, Sandra Dewi lebih mengutamakan waktu dengan keluarga. Pada saat tidak sedang bersama keluarga, dia akan sibuk kerja. Karena kesibukannya itu, Sandra Dewi kadang masih sering mengenang kehidupannya saat lajang.

    Baca juga: Kiat Sandra Dewi Bagi Waktu Mengurus Anak dan Pekerjaan

    Setelah berkeluarga, Sandra Dewi jarang menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Padahal sebelum berkeluarga, Sandra kerap traveling ke luar negeri bersama teman atau sekedar berbagi cerita. “Aku sejak punya anak ketemu teman selalu di rumah. Waktu masih single enak banget ya, dan sejak punya bayi belum ada waktu dengan teman-teman seperti yang dulu,” ujar Sandra Dewi, saat ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

    Sandra Dewi dan Hervey Moeis bersama putra mereka, Raphael Moeis. Instagram

    Sandra pun mengakui, saat tidak bekerja selama beberapa bulan setelah melahirkan anaknya, dia merasa kangen bekerja. Begitu pun sebaliknya, ketika bekerja dia merasa kangen dengan keluarganya. “Aku tidak mau kehilangan momen dengan anak juga,” tutur Sandra Dewi.

    Selain ingin jalan-jalan ke luar negeri bersama teman-temannya, Sandra Dewi juga berharap bisa bepergian dengan suaminya berdua. Selama ini, ia hanya pernah jalan-jalan dengan Harvey Moeis dua kali, yaitu pada saat pre-wedding dan bulan madu.

     

    ASTARI PINASTHIKA SAROSA

    Artikel lain: Cara Sandra Dewi Berikan Menu MPASI Ikan untuk Anaknya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.