Saran Ahli untuk Mengatasi Masalah Kulit pada Remaja

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gadis atau anak perempuan memencet jerawat. shutterstock.com

    Ilustrasi gadis atau anak perempuan memencet jerawat. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perubahan fisik salah satu perubahan yang kerap dirasakan remaja saat memasuki usia pubertas. Perubahan ini terjadi akibat berbagai permasalahan kulit, seperti jerawat, kulit berminyak, dan hiperpigmentasi pasca inflamasi akne (HPI), yaitu perubahan warna kulit menjadi lebih gelap, yang terjadi setelah peradangan kulit akibat jerawat.

    Baca juga:
    Alasan Remaja Belum Boleh Merias Wajah 
    Merawat Kulit Remaja, Tak Berjerawat dan Tiada Bekas
    Masih Muda Kok Kulitnya Keriput, Apa Sebabnya? 

    Martinus, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin mengatakan, hampir 80 persen remaja berusia 14-17 tahun pada wanita dan 16-19 tahun pada laki-laki mengalami masalah kulit berupa jerawat, terutama pada masa awal pubertas. Hal ini disebabkan masalah kebersihan kulit, pola makan, hormonal, psikologis dan infeksi bakteri.

    Kulit berminyak yang sering dialami remaja pada wajah dan kepala biasanya dipicu karena hormon, stres, cuaca panas dan lembap. “Kulit berminyak membuat wajah tampak mengkilap, lengket, berpori-pori lebar dan kasar sehingga membuat mereka tak pede," ujarnya.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, para remaja sering mengeluhkan adanya scar acne (kerusakan permanen pada jaringan kulit akibat gangguan pada proses penyembuhan luka jerawat), body odor (bau badan) dan keringat berlebih berupa peningkatan produksi kelenjar keringat yang menyebabkan bau badan khususnya di daerah ketiak, kelamin dan telapak kaki.

    Martinus menambahkan biasanya remaja yang baru memasuki usia pubertas biasanya suka mencoba  hal-hal baru dan berinisiatif mencari perawatan kulit untuk mendapatkan kulit bening. Apalagi pada usia ini biasanya akan muncul berbagai kelainan kulit akibat pengaruh hormone androgens. Oleh karena itulah, remaja sebaiknya melakukan perawatan sedari dini dengan rutin mencuci muka untuk membuang kulit mati.

    “Kalau mau menggunakan cream sebaiknya konsultasikan dulu, atau dites dulu. Kalaupun dicoba dan hasilnya tidak cocok, itu sifatnya hanya sementara, bukan bahaya yang berkepanjangan atau permanen. Tapi remaja biasanya tau kalau kulit sensitive salah pakai pasti akan bahaya jadi biasanya mereka akan lebih aware,” ujarnya.

    Artikel lain: 7 Kebiasaan yang Bikin Wajah Wanita Muda Tampak Tua

    Untuk melakukan beberapa treatment, tentu saja harus disesuaikan dengan keluhan yang dialaminya. Jerawat dan HPI dapat dilakukan terapi tambahan yaitu ekstraksi komedo, penyuntikan kortikosteroid intralesi (KIL) untuk lesi yang berbentuk nodus dan lesi yang meradang, chemical peeling, mikrodermabrasi, dan laser NdYag. Scar acne dapat diterapi dengan laser CO2, chemical peeling, dan mikrodermabrasi. “Sedangkan untuk bau badan dan keringat berlebih diperbaiki dengan terapi injeksi Botulinum Toxin,” ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?