Senin, 24 September 2018

Nia Ramadhani Galak Saat Ajarkan Anak, Perhatikan Suasana Belajar

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nia Ramadhani. Instagram.com

    Nia Ramadhani. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Nia Ramadhani menunjukkan video saat mendampingi anak keduanya, Mainaka Zanatti Bakrie, belajar mewarnai. Di video tersebut, Nia Ramadhani tampak geregetan karena Naka tak kunjung menggoreskan pensil warnanya di buku gambar. Bocah berusia 2 tahun 9 bulan itu malah memperhatikan kamera yang menyorotnya.

    Baca juga:
    Nia Ramadhani Jadi Ibu Guru Galak Saat Ajarkan Anak Mewarnai

    "Naka lihat ke sini. Nakaa!!" kata Nia Ramadhani dengan suara agak tinggi. Naka tak menghiraukan teguran ibu ataupun ayahnya, Ardiansyah Bakrie, yang juga ada di situ. Melihat video tersebut, sebagian netizen menganggap Nia Ramadhani terlalu galak mengajarkan anaknya.

    Mengutip The Hechinger Report, suasana belajar yang nyaman penting untuk membangun konsentrasi anak. Tak heran jika Naka lebih tertarik dengan kamera ketimbang pensil warna dan buku gambar, karena benda itu membuatnya penasaran.

    Selain menciptakan suasana yang nyaman buat anak, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan orang tua sebelum mendampingi buah hatinya belajar.

    1. Bicara dengan anak

    Di usia 2 tahun, anak sudah bisa diajak bicara dan orang tua bisa menanyakan apa yang ingin mereka lakukan. Ketika anak tertarik untuk menggambar misalnya, jauhkan berbagai peralatan elektronik, dari televisi, video game, telepon seluler, atau apa pun yang bisa merusak konsentrasinya.

    2. Ikuti dulu keinginannya

    Pada usia 2 sampai 5 tahun, biarkan anak bereksplorasi dan mengenal lingkungannya. Di sela aktivitas ini, orang tua bisa menyisipkan pengetahuan baru kepada anak. Contoh, ketika anak suka bermain mobil-mobilan, coba ajak dia untuk belajar menghitung berapa banyak mainan mobil miliknya dan apa saja warnanya. Orang tua juga bisa mengajarkan anak untuk disiplin dengan memintanya membereskan kembali mainan yang telah digunakan.

    3. Biarkan anak melakukan yang dia suka

    Balita dianjurkan menggunakan mainan tradisional untuk mengasah pola pikir dan keterampilannya. Biarkan mereka memilih mainannya dan bersenang-senang dengan mainan itu. Tak perlu memaksakan apa yang harus dia lakukan karena itu akan membuat suasana hatinya jadi kacau, dan ujung-ujungnya jadi rewel atau marah.

    Artikel lainnya:
    Psikolog Nilai Nia Ramadhani Cerdas di Insta Story, Cek Alasannya
    Fashion Nia Ramadhani dan Girl Squad Sambut Asian Games 2018


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep