Kiat Sandra Dewi Bagi Waktu Mengurus Anak dan Pekerjaan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandra Dewi saat menghadiri peluncuran koleksi terbaru Olivia Burton, di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis, 30 Agustus 2018. TEMPO/Astari P Sarosa

    Sandra Dewi saat menghadiri peluncuran koleksi terbaru Olivia Burton, di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis, 30 Agustus 2018. TEMPO/Astari P Sarosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai selebritas, Sandra Dewi memiliki jadwal sehari-hari yang cukup padat. Setelah melahirkan anak pertamanya, Raphael Moeis, pada 31 Desember 2017, Sandra Dewi mengutamakan waktunya untuk keluarga dan mengurus anak.

    Baca juga:
    Sandra Dewi: Ingin Punya Anak Lagi, Tapi...

    Cara Sandra Dewi Berikan Menu MPASI Ikan untuk Anaknya
    Sandra Dewi Ganti Mainan Anaknya Setiap Bulan, Ada Tujuannya

    Sandra Dewi sempat tidak bekerja di industri hiburan selama empat bulan setelah melahirkan. Namun wanita yang berusia 35 tahun ini sekarang sudah kembali sibuk bekerja. Meski begitu, ia tetap memastikan tugas utamanya sebagai seorang ibu. 

    “Kesibukan aku sekarang sebagai ibu, istri, untuk syuting iklan, MC, syuting sinetron nanti, setiap hari pasti berkegiatan. Besok ke Bandung, lusa ke Surabaya,” tutur Sandra Dewi, di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Agustus 2018. 

    ADVERTISEMENT

    Tentu saja membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga bukan suatu hal yang mudah. Sandra Dewi mengatakan ia sudah belajar membagi waktu dengan baik setelah melahirkan anaknya dan bisa tetap mengutamakan anak setelah kembali kerja. “Saya otaknya selalu mikir, jadi multitasking terus,” kata Sandra Dewi.

    Artikel lain: Sandra Dewi: Awal Hamil, Aku Tak Bisa Mikir 

    Terutama pada saat harus pergi ke luar kota untuk pekerjaan, Sandra Dewi sudah mempersiapkan semua kebutuhan anak sebelum dia pergi. Pertama, anak selalu harus dijaga oleh dua orang. Kedua, dia juga mengatur dan mempersiapkan makanan apa yang akan dimakan anaknya selama dia pergi. Tidak hanya itu, Sandra juga meminta manajer dan asistennya selalu memberikan waktu untuk keluarga di jadwalnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...