Psikolog Bagi Kiat Membangun Waktu Berkualitas Bersama Keluarga

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keluarga bahagia. shutterstock.com

    Ilustrasi keluarga bahagia. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga adalah tantangan tersendiri bagi sebagian besar orang. Psikolog Intan Erlita memberikan tiga tips sederhana untuk menciptakan waktu berkualitas bersama keluarga.

    Pertama, memaksakan diri sekali dalam sepekan untuk menikmati waktu berkualitas. Intensitas ini bisa saja dilakukan secara berproses, misalnya baru bisa melakukannya sebulan sekali atau dua minggu sekali. Namun, yang cukup ideal adalah sekali dalam sepekan.

    Baca juga:
    Hal yang Perlu Dilakukan Saat Anggota Keluarga Mengidap Kanker
    Divonis Kanker, Bagaimana Memberi Tahu Keluarga?
    Cinta Keluarga ala Gisele Bundchen
    Kehangatan Putri Diana Ada dalam Keluarga Kate Middleton

    Waktu berkualitas ini menurut Intan sangat bisa dilakukan seiring dengan banyaknya fasilitas yang tersedia, semisal Hari Bebas Kendaraan (CFD). Kegiatan rutin mingguan ini bisa menjadi ajang bagi keluarga untuk bercengkerama dan menyegarkan pikiran serta hati.

    ADVERTISEMENT

    “Orang-orang Indonesia mendapat cukup banyak fasilitas untuk waktu berkualitas, seperti CFD yang digalakkan pemerintah. Bahkan banyak juga kalangan swasta yang turut berperan menyediakan fasilitas quality time bagi keluarga,” ujarnya.

    Kedua, menciptakan waktu berkualitas bersama keluarga tidaklah harus mahal atau harus dengan tujuan yang jauh.

    “Quality time di rumah saja juga bisa, misalnya memasak, menggambar, membikin kue, dan mengerjakan pekerjaan rumah,” katanya.

    Ketiga, mengesampingkan dulu gawai masing-masing anggota keluarga. Intan menjelaskan bahwa gawai yang merupakan bentuk dari kemajuan teknologi seharusnya bukan yang mengatur manusia, melainkan sebaliknya, yakni manusia yang mengaturnya.

    “Kita balik lagi ke teori yang lama di mana enak mengobrol tatap muka. Artinya, ketika kita berkomunikasi dengan anak, pasangan, atau orang tua, akan ada gestur, ekspresi, dan emosi. Itu yang membangun rasa dari quality time. Quality time itu harus dirancang dan dilakukan," tuturnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.