3 Bahan ini Wajib Dihindari Saat Membeli Produk Kecantikan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kulit wajah sensitif. shutterstock.com

    Ilustrasi kulit wajah sensitif. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan wanita menggunakan produk kecantikan seperti makeup dan perawatan kulit setiap hari. Namun sayangnya, tidak semua produk kecantikan mengandung bahan-bahan yang aman untuk kulit.

    Artikel lain:
    4 Produk Kecantikan yang Bisa Dimanfaatkan Meski Kedaluwarsa

    Ini yang Dicari Wanita Millenial saat Membeli Produk Kecantikan
    Hati-hati, 3 Produk Kecantikan Ini Bisa Memberi Hasil Negatif

    Bahkan tak sedikit bahan-bahan di dalam produk kecantikan yang menyebabkan iritasi kulit atau dampak negatif lainnya. Dari sekian banyak kandungan pada produk kecantikan, 3 bahan ini wajib kamu hindari.

    Paraben
    Paraben sering dicantumkan di daftar bahan pada produk kecantikan. Hal itu dikarenakan kegunaan yang baik untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Meskipun demikian, bahan satu ini ternyata juga dapat menjadi faktor utama dari penuaan dini. Selain itu, paraben juga disebut dapat mempengaruhi berkembangnya sel kanker dari hormon estrogen.

    Triclosan
    Sama seperti paraben, triclosan juga bertindak sebagai anti bakteri pada produk kecantikan. Namun, bahan ini tidak dianjurkan untuk dipakai karena dapat memicu alergi dan iritasi pada kulit. Tak hanya itu saja, triclosan juga dapat mencemari lingkungan sekitar kita.

    Artikel lain: Manfaat Zat Melatonin dalam Produk Kecantikan

    Propylene Glycol
    Selain dua bahan diatas, propylene glycol juga patut kamu waspadai. Bahan ini biasanya ditemui pada produk busa pembersih wajah facial foam. Bahan ini sangat berbahaya karena bisa menimbulkan iritasi, mual hingga sakit kepala.

    TEEN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.