Kenali Gejala PTSD Seperti yang Dialami Mel B

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Spice Girls(dari kiri):  Melanie Brown, Melanie Chisholm, Geri Halliwell, Emma Bunton dan Victoria Beckham berfoto bersama saat reuni di hotel St. Pancras Renaissance, London, (26/6). dailymail.co.uk

    Spice Girls(dari kiri): Melanie Brown, Melanie Chisholm, Geri Halliwell, Emma Bunton dan Victoria Beckham berfoto bersama saat reuni di hotel St. Pancras Renaissance, London, (26/6). dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan anggota grup Spice Girls, Melanie Brown atau dikenal dengan nama Mel B, akan menjalani rehabilitasi karena mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD) atau gangguan stres pasca-trauma. Selain itu ia juga mengalami kecanduan terhadap alkohol dan seks.

    Baca juga:
    Peneliti Ungkap Aneka Penyakit Terkait Stres Termasuk Autoimun
    Terapi PTSD, Pasca Bom di Konser Ariana Grande
    Pasca Bom di Konser Ariana Grande Bisa Muncul PTSD, Apa Itu?  

    Mengutip laman The Sydney Morning Herald, Juri America’s Got Talent ini percaya bahwa gangguan itu disebabkan oleh perpisahannya dengan produser film Stephen Belafonte. Mel B mengajukan gugatan cerai pada Maret 2017 setelah hampir 10 tahun menikah. Setelah berpisah, ibu tiga anak itu mengajukan perintah penahanan sementara terhadap Belafonte dengan tuduhan kekerasan fisik, verbal, dan psikologis.

    PTSD adalah gangguan kecemasan yag muncul setelah mengalami atau menyaksikan kejadian traumatik, seperti menyaksikan atau mengalami medan pertempuran, kematian mendadak orang dekat, bencana alam, insiden teroris, atau kekerasan fisik dan seksual.

    ADVERTISEMENT

    Siapapun bisa menjadi korban trauma psikis, tanpa mengenal usia dan golongan. Hanya saja jenisnya bermacam-macam. Ada penderita PTSD yang terus-menerus memikirkan tentang penyebab trauma yang dideritanya. Hal tersebut bisa terjadi hingga bertahun-tahun setelah peristiwa pahit itu berlalu.

    Penderita PTSD biasanya mudah ketakutan atau mengalami serangan panik. Mereka juga cenderung sulit mempercayai orang lain dan memandang dunia sebagai tempat yang kejam. Mereka sulit membangun relasi dan kedekatan dengan orang lain dan merasa dikucilkan keluarga atau teman.

    Artikel lain: Jenis Terapi yang Tepat untuk Pulihkan Stres Pasca Trauma

    Mereka cenderung depresif dan tak jarang berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Secara fisik, mereka kerap merasa sakit kronis, pusing, sakit perut, diare, sesak di dada, kram otot, atau sakit punggung. Jika dibiarkan berkelanjutan, mereka akan kesulitan melakukan pekerjaan, menerima pelajaran di sekolah, atau interaksi di lingkungan sosial. Lebih buruk lagi, tidak sedikit dari mereka yang menjadikan obat-obatan terlarang atau alkohol sebagai pelarian.

    ASTARI PINASTHIKA SAROSA 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.