Anak Susah Belajar dan Memahami Kata, Salahkan Lingkungan Bising

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak tidak konsentrasi saat belajar. shutterstock.com

    Ilustrasi anak tidak konsentrasi saat belajar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika anak belajar, ia gagal untuk memahami kata-kata baru. Yang harus terlebih dahulu dilihat adalah kondisi lingkungan belajar, apakah ada suara bising dalam lingkungan belajar.

    Suara musik, televisi, keramaian lalu lintas, atau suara lain yang ada dalam lingkungan belajar dapat membuat anak merasa terganggu. Secara umum, dasar pembelajaran anak dimulai dari belajar memahami kata-kata baru.

    Baca juga:
    Belajar dari Anak
    Pilih Metode Belajar yang Tepat Buat Anak
    Mendeteksi Kesiapan Anak Belajar Membaca
    Musik Tingkatkan Konsentrasi Belajar pada Anak

    Jika pada tahap belajar memahami kata ini terhambat maka proses pembelajarannya akan terhambat. Hal ini diperkuat dari sebuah penelitian yang dilansir laman Boldsky, yang mengatakan bahwa seorang anak gagal untuk belajar dengan cepat ketika ada suara yang mengalihkan perhatian mereka.

    ADVERTISEMENT

    Hal ini berdampak pada kemampuan mengingat juga. Sedangkan, anak-anak yang belajar dalam suasana hening cenderung memahami kata-kata baru dengan lebih cepat.

    Saat tidak ada gangguan, anak-anak dapat belajar kata-kata baru dan mengirimkannya ke otak. Hal ini memperkaya kosa kata mereka dan mempertajam daya ingat.

    Suara bising dapat mempengaruhi kemampuan kognitif dan juga dapat mempengaruhi detak jantung dan kadar kortisol. Oleh karena itu, orang tua perlu memantau tingkat suara di sekitar lingkungan belajar anak.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.