Minggu, 21 Oktober 2018

Keseringan Belanja Lipstik, Prilly Latuconsina Dimarahi Ayah

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prilly Latuconsina. Instagram.com

    Prilly Latuconsina. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seperti generasi millenial umumnya, Prilly Latuconsina keranjingan belanja online. Prilly mengaku biasanya ia lebih suka berbelanja alat-alat makeup di lapak online. Bahkan, ia mempunyai item makeup favoritnya setiap kali berburu melalui situs online.

    Baca juga:
    Penampilan Prilly Latuconsina Ini Disebut Mirip Selena Gomez

    Prilly Latuconsina Banjir Pujian karena Wajah Polos

    “Ya ampun lipstik (yang paling suka dan paling banyak). Sumpah kayak lipstik makeup artis (Buba Alfian) aja kalah sama lipstik aku. Banyakan aku,” cerita Prilly saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2018.

    Saking banyak koleksi lipstik miliknya, Prilly mengaku pernah mendapat protes dari sang ayah Rizal Latuconsina. Hal ini lantaran dari sekian banyak lipstik yang ia beli rata-rata warnanya hampir sama semua. “Aku paling jawabnya ‘iya (warnanya sama) tapi ini beda merek pa’. Jadi ya namanya juga cewek enggak sih, pembelaaan,” kata Prilly.

    Artikel lain:
    Prilly Latuconsina Punya Alasan Berbisnis Sejak Usia Muda

    Jomblo, Prilly Latuconsina Ungkap Kriteria Pria Idaman

    Meski begitu, ternyata Prilly harus merelakan beberapa koleksi lipstik saat. Dia sadar tidak ia tidak bisa memakai semua lipstiknya setiap saat. Sementara alat pewarna bibir tersebut memiliki batas kedaluwarsa, yang tidak boleh dipakai lagi dalam jangka waktu tertentu.

    “Itu (lipstik) kan batesnya cuman sampe setahun atau enam bulan. Jadi kalau ada yang lebih (waktunya) terpaksa harus dibuang gitu. Kadang aku malah pengen lelang lipstikku deh,” kata Prilly.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.