Pengaruh Beauty Blogger di Industri Kecantikan, Dampaknya Besar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tyna Kanna Mirdad saat peluncuran lipstik Truly Mazing di Jakarta, Jumat 20 April 2018. Instagram

    Tyna Kanna Mirdad saat peluncuran lipstik Truly Mazing di Jakarta, Jumat 20 April 2018. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum memutuskan untuk membeli produk kecantikan, wanita Indonesia akan mencari informasi terlebih dulu. Ternyata, data dari ZAP Beauty Index menunjukkan kalau 73 persen wanita mencari ulasan di Internet, 55 persen mencari referensi di Instagram, dan 41 persen dari Youtube.

    Para beauty blogger juga memiliki peran besar dalam memberikan informasi mengenai produk kecantikan. Melihat semakin banyak beauty blogger atau influencer di Indonesia tentunya tidak mengejutkan. Memang banyak wanita Indonesia yang mendengarkan opini dan saran dari para blogger tersebut.

    Baca juga:
    Rini Cesillia, Beauty Blogger Penggila Korea
    Beauty On Canvas Bawa Pesan Khusus dari 12 Blogger Kecantikan
    Kecantikan Song Hye Kyo Jadi Inspirasi Beauty Influencer Dunia
    Beauty Blogger Muslim Jadi Duta Maskara CoverGirl

    Beauty blogger ternama, seperti Ayla Dimitri, Sarah Ayu, Tyna Kanna Mirdad, memang memiliki banyak pengikut di media social, yang sering menanyakan saran dan opini mereka mengenai produk kecantikan.

    “Wanita Indonesia bahkan lebih percaya dan mendengarkan beauty blogger dibanding teman sendiri,” jelas Fadly Sahab, CEO dan pendiri dari ZAP Clinic, 20 Agustus 2018, di Jakarta Selatan.

    Sekitar 8 persen wanita Indonesia juga mengakui kalau beauty blogger menjadi inspirasi mereka untuk melakukan perawatan kecantikan. Sebelum membeli produk kecantikan, banyak wanita Indonesia yang memutuskan untuk mencari informasi dari media sosial, seperti Instagram dan Youtube.

    Karena itu, beauty bloggers memiliki peran yang sangat penting pada perkembangan industri kecantikan. Opini dan saran dari mereka memiliki dampak besar pada wanita Indonesia dan pada popularitas sebuah produk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Maruf Amin di Debat Pilpres 2019 Soal Ancaman Stunting

    Dalam Debat Pilpres 2019 babak ketiga, Maruf Amin mengklaim angka prevalensi stunting turun 7 persen pada 2014 - 2019. Beginilah kondisi sebenarnya.