Jumat, 19 Oktober 2018

Defia Rosmaniar, dari Ikut-ikutan dan Raih Emas Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Defia Rosmaniar (kiri) dan atlet Iran, Marjan Salahhouri di final taekwondo Poomsae tunggal putri dalam Asian Games 2018 di Jakarta, Ahad, 19 Agustus 2018. Defia tak kuasa menahan air matanya saat disalami Presiden Jokowi seusai merebut medali emas. TEMPO/Amston Probel

    Aksi Defia Rosmaniar (kiri) dan atlet Iran, Marjan Salahhouri di final taekwondo Poomsae tunggal putri dalam Asian Games 2018 di Jakarta, Ahad, 19 Agustus 2018. Defia tak kuasa menahan air matanya saat disalami Presiden Jokowi seusai merebut medali emas. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet Poomsae Taekwondo, Defia Rosmaniar berhasil merebut medali emas pertama di Asian Games 2018 pada Minggu, 19 Agustus 2018. Di babak final Poomsae Taekwondo, Defia mengalahkan Marjan Salahshouri dari Iran.

    Baca juga:
    Emas Pertama dari AG 2018, Defia Nilai Korea Lawan Terberat
    Fakta Defia Rosmaniar, Penyumbang Emas Pertama Asian Games 2018

    Defia Rosmaniar lahir di Bogor pada 25 Mei 1995. Dalam wawancara dengan Tempo beberapa waktu lalu, dia mengatakan awalnya berlatih Taekwondo karena ikut-ikutan temannya. "Saya suka olahraga dan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Taekwondo di SMP," kata Defia.

    Dari situ, Defia Rosmaniar mengikuti kejuaraan tingkat pelajar dan merebut juara. Keberhasilan ini membuat dia semakin termotivasi untuk memperdalam Taekwondo.

    Menginjak sekolah menengah atas, pelatih meminta Defia Rosmaniar berganti nomor ke poomsae. "Alasannya, fisik saya waktu itu tidak cukup bagus untuk di kyurugi," ujarnya. Bergeser ke poomsae tidak membuat prestasi Defia mandeg, melainkan kian bersinar.

    Akun media sosial atlet taekwondo Defia Rosmaniar dibanjiri ucapan selamat setelah berhasil meraih medali emas pertama Indonesia dalam Asian Games 2018 di Jakarta, Ahad, 19 Agustus 2018. Di babak final, Defia mengalahkan atlet Iran, Salahshouri Marjan, dengan skor 8.690-8.470. Instagram.com/@Defiarosmaniar.

    Hanya saja, turun di nomor poomsae bukan berarti bebas dari cedera. Suatu ketika, Defia Rosmaniar sempat menjelani operasi karena cedera. Ibunda Defia, Kaswati was-was dengan kondisinya sampai mempertanyakan pilihan karir putrinya itu. "Tapi Taekwondo sudah menjadi pilihan saya. Dijalani saja semuanya," katanya.

    Untuk mencapai target maksimal dan meningkatkan rasa percaya diri, selama ini Defia Rosmaniar rajin berlatih untuk menambah kekuatan dan kecepatan. Sebelum menyabet emas di Asian Games 2018, Defia Rosmaniar pernah mendapat medali emas untuk nomor indvidu poomsae putri dalam Kejuaraan Asia Taekwondo 2018 di Ho Chi Minh, Vietnam, pada 24–28 Mei 2018.

    Di ajang yang sama, Defia Rosmaniar juga mendapat medali perunggu untuk kategori pair poomsae saat berpasangan dengan Muhammad Abdurrahman Wahyu. Pada Kejuaraan Dunia Poomsae 2012 di Kolombia, Defia Rosmaniar meraih medali perunggu.

    ADITYA BUDIMAN | BRAM SETIAWAN

    Artikel lainnya:
    Raih Emas, Defia Rosmaniar Menangis Saat Disalami Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khashoggi Diduga Dijagal di Kediaman Konjen Arab Saudi

    Jamal Khashoggi mendatangi Konsulat Jenderal Arab Saudi namun tak pernah keluar lagi. Ada dugaan ia dijagal usai dibawa ke kediaman konsul jenderal.