Jumat, 14 Desember 2018

Awas Konsumsi Garam Berlebihan, Kenali 4 Tandanya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi garam. Shutterstock

    Ilustrasi garam. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang yang berlebihan mengonsumsi garam dan berdampak buruk pada kesehatan. Jika tidak segera mengubah kebiasaan, penyakit tertentu pun mengancam.

    Memang, garam tidak hanya menjaga ketahanan makanan tetapi juga menambah rasa. Inilah mengapa banyak orang mengonsumsi garam lebih banyak dari yang seharusnya.

    Artikel lain:
    Manfaat dan Cara Kerja Garam sebagai Pembersih
    8 Masalah Kulit yang Tuntas dengan Garam
    Ada Garam Istimewa, Namanya Garam Epsom
    Trik Mengakali Makanan Tetap Lezat tanpa Garam

    Para ahli kesehatan sudah mengingatkan bahwa konsumsi garam berlebihan berhubungan dengan munculnya sejumlah masalah kesehatan, salah satunya tekanan darah tinggi. Darah tinggi pun punya konsekuensi yang panjang, seperti jadi salah satu pemicu stroke.

    Hanya saja, terkadang kita lupa menakar konsumsi garam harian sehingga berisiko kelebihan asupan garam. Sebenarnya ada sejumlah tanda dari tubuh yang bisa memberitahu kalau asupan garam dalam tubuh sudah berlebihan. Berikut empat tandanya seperti dilansir dari Medical News Today.

    1. Makanan terasa hambar
    Kebiasaan mungkin berpengaruh pada kesukaan kita pada makanan yang lebih asin. Gazzaniga Moloo, juru bicara American Dietetic Association, mengatakan orang seringkali menaburkan sedikit garam pada sayuran atau makanan lain agar rasanya lebih enak sekaligus bisa membantu menetralisir kepahitan alami makanan. Karena terbiasa pada makanan yang mengandung garam tinggi, maka saat mencicipi makanan dengan kandungan garam yang normal akan terasa hambar.

    2. Kembung
    Pernah merasa seperti tiba-tiba berat badan naik? Konsumsi lebih banyak natrium dari biasanya dapat memberi kesan seperti itu karena terjadi retensi cairan di jaringan tubuh.

    “Garam seperti magnet yang menarik air sehingga menahan cairan. Efek retensi ini bisa menyebabkan kembung, mata atau jari menjadi bengkak. Tanda-tanda ini lebih mungkin terjadi pada mereka yang sudah lanjut usia,” kata ahli diet Bonnie Taub-Dix, yang juga pendiri Better Than Dieting.

    “Saya mengenal seseorang yang ketika menikmati semangkuk sup harus mulai melepas cincinnya karena jika tidak dia tidak akan bisa melepaskannya nanti,” imbuh Taub-Dix.

    Ilustrasi wanita sakit kepala. shutterstock.com

    3. Sakit kepala tapi tak tahu penyebabnya
    Jika Anda mengalami sakit kepala tanpa tahu penyebab atau pemicunya, cobalah amati jika kondisi ini terjadi setelah mengonsumsi makanan dengan kandungan garam yang relatif tinggi.

    “Terlalu banyak garam dapat menyebabkan pembuluh darah di otak mengembang, yang dapat menyebabkan sakit kepala yang parah,” jelas Mandy Enright, ahli gizi dan pelatih kebugaran di New Jersey, Amerika Serikat.

    4. Sering buang air kecil
    “Kencing malam hari adalah masalah nyata bagi banyak orang, terutama saat semakin tua,” kata Dr Matsuo Tomohiro dari Universitas Nagasaki di Jepang.

    Dalam studi 2017, Tomohiro menemukan bahwa terlalu banyak mengonsumsi garam dapat menyebabkan buang air kecil yang berlebihan. Untuk orang dewasa, yang lebih tua khususnya, kelebihan garam dapat menyebabkan tidur terganggu, kelelahan.

    Dalam sebuah studi diketahui mengurangi asupan garam hingga 25 persen, bisa menurunkan frekuensi ke toilet di tengah malam. “Modifikasi diet sederhana dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup bagi banyak orang,” kata Tomohiro.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jason Momoa dan Amber Heard dalam 6 Fakta Unik Aquaman

    Jason Momoa dan Amber Heard akan memerankan Aquaman dan Merra dalam film dengan cerita tentang kerajaan bawah laut Atlantis.