Selasa, 21 Agustus 2018

Dokter Ingatkan Orang Tua Tinggalkan Kebiasaan Membedung Bayi

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi. Pixabay.com

    Ilustrasi bayi. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu kebiasaan turun temurun dari leluhur yang masih dilakukan para ibu adalah membedung bayi. Tujuan membebat bayi dengan bedung supaya bayi tetap hangat dan membentuk kaki bayi lurus sempurna. Namun kebiasaan ini justru memiliki dampak buruk pada kaki bayi. 

    Baca juga:
    Risiko Jika Anak Terbiasa dengan Posisi Duduk Menyerupai Huruf W
    Bunda, Hentikan Pemakaian Baby Walker Efeknya Bahaya untuk Anak
    Ahli Jelaskan Fakta di Balik 6 Mitos Menyusui dan MPASI

    Dokter spesialis bedah ortopedi dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, Faisal Miraj mengingatkan para orang tua, khususnya ibu untuk meninggalkan kebiasaan membedung bayi. Pasalnya menurut dia, kebiasaan ini dapat menyebabkan dislokasi atau pergeseran panggul pada bayi.

    Faisal menjelaskan saat bayi baru lahir biasanya mereka memiliki urat-urat yang sangat lentur. Jika bayi tersebut dibedung maka akan membuat bonggol tulang panggul sangat mudah dikeluarkan dari porosnya. “Karena kaki bayi dirapatkan terus, akhirnya sendinya keluar. Yang benar enggak boleh dibedong. Tujuan untuk merapatkan kaki atau supaya kaki anak tidak bengkok itu salah, padahal bedong itu bahaya karena awalnya lentur lalu malah jadi melar dan memanjang,” kata Faisal, di Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

    Kondisi bayi yang bengkok justru adalah hal yang wajar dan normal pada bayi yang baru lahir. Bisanya kaki bengkok ini akan terus di alami anak-anak hingga mereka meninjak usia 2 – 3 tahun.

    Faisal menambahkan jika terus membedung bayi akan berdampak pada kaki bayi yang tumbuh tidak normal. Dislokasi atau pergeseran panggul ini juga akan terus berdampak pada anak hingga dewasa. Di mana, mereka bisa menjadi pincang akibat adanya perbedaan panjang kaki yang disebabkan oleh tulang panggul yang tidak sejajar.

    Artikel lain: Biasakan Anak Makan Sambil Duduk, Bukan Digendong

    Tidak hanya itu, hal ini juga akan ikut berdampak pada kesehatan tubuh lainnya seperti mudah lelah, hingga gangguan saraf. “Jadi kalau ada orang jalan kaya enggak seimbang, itu karena dia enggak ada tumpuan. Pada saat menumpu pada kaki yang tidak sehat dengan beban yang tidak seimbang, tulang punggungnya jadi melengkung, sehingga dapat mempengaruhi saraf,” ujar Faisal.

    Namun kata dia, hal ini masih bisa dihindari jika adanya penangan secara dini. Salah satunya dengan berhenti untuk membedung anak. Tapi, jika itu sudah terlanjut, opsi untuk memperbaikinya ialah melalui jalan operasi guna mengembalikan tulang panggul ke tempat yang seharusnya. “Kalau kelewatan (terlanjur) dibedun yah udah operasi bahkan, tulangnya bisa dipasang pen,” kata Faisal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Atlet Andalan Indonesia di Asian Games 2018

    Inilah atlet-atlet andalan Indonesia di Asian Games 2018