Minggu, 21 Oktober 2018

4 Masalah Kulit yang Sering Kita Alami tapi Tidak Kita Pahami

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jerawat/komedo. Shutterstock.com

    Ilustrasi jerawat/komedo. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jerawat sering membuat orang tidak percaya diri dengan penampilannya. Mereka biasanya mengartikan bintik-bintik merah di wajah sebagai jerawat, padahal belum tentu.

    Ada beberapa kondisi kulit yang mirip dengan jerawat tapi kenyataannya bukan. Berikut empat contoh kondisi kulit yang mirip dengan jerawat.

    Artikel lain:
    3 Langkah Membuat Kulit Sawo Matang Tampak Bersinar
    Cara Mudah Mencerahkan Kulit Tangan dengan Wortel
    Tahi Lalat Berubah Warna, Waspada Pertanda Kanker Kulit
    Raline Shah Bilang Kulit Juga Bisa Stress karena Aktivitasnya

    #Rosacea
    Rosacea merupakan kondisi kulit dengan munculnya benjolan merah yang mirip jerawat di pipi. Selain di pipi, rosacea juga biasanya muncul di tengah wajah. Benjolan yang satu ini seringnya disebabkan oleh makanan yang mengandung histamin, kafein, dan alkohol.

    #Perioral dermatitis
    Perioral dermatitis adalah benjolan-benjolan merah yang sering muncul di sekitar mulut. Kondisi kulit ini terjadi karena penggunaan obat oles streroid. Namun, terkadang bisa juga disebabkan karena adanya kandungan fluoride pada pasta gigi yang kamu pakai.

    #Sebaceous hyperplasia
    Kondisi kulit yang satu ini biasanya tidak begitu terlihat kemerahan namun cukup mengganggu penampilan. Sebaceous hyperplasia sering muncul di sekitar dahi, hidung, dan dagu. 

    #Folliculitis
    Tidak semua benjolan merah bernanah itu bisa disebut jerawat. Bisa saja itu merupakan folliculitis, yakni peradangan pada folikel rambut. Kondisi kulit seperti ini biasanya muncul saat cuaca sedang panas. Selain di wajah, folliculitis bisa juga muncul di paha, pantat, ketiak, dan leher.

    TEEN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.