Sabtu, 18 Agustus 2018

Depresi Bisa karena Keturunan tapi Bukan Cacat, Cek Penjelasannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ponsel dapat meningkatkan depresi. theconversation.com

    Ilustrasi ponsel dapat meningkatkan depresi. theconversation.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai kasus depresi semakin banyak bermunculan dengan oenyebab dan gejala yang beragam. Depresi adalah masalah mental yang selalu menjadi perhatian khusus.

    Banyak tindakan negatif yang dilakukan manusia karena depresi, seperti merusak barang, membahayakan orang lain dan diri sendiri, serta bunuh diri. Bahkan, banyak pesohor yang memutuskan mengakhiri hidupnya karena depresi. 

    Baca juga:
    Arnita Rodelina Turnip Depresi, Ini Perawatan yang Dapat Membantu
    Depresi, Penyebabnya dari A sampai Z, Salah Satunya Ekonomi
    Memahami Kaitan Kesehatan Jantung dan Depresi
    Awas, Obat-obatan Ini Berpotensi Memicu Depresi

    Gejala yang ditunjukkan dari depresi juga bermacam-macam, dari berhalusinasi, suasana hati yang gampang berubah, sampai tidak nafsu makan. Meski gejalanya berbeda-beda, ada hal-hal sama mengenai depresi, seperti dilansir Huffington Post, dan berikut ini di antaranya.

    #Keturunan
    Penelitian mendapatkan fakta bahwa depresi bisa juga karena faktor keturunan.

    #Penyakit fisik
    Selain mental, depresi memiliki gejala secara fisik. Orang yang memiliki masalah gangguan mental biasanya berubah dalam hal nafsu makan, kebiasaan tidur, dan sering sakit kepala.

    #Pengobatan terus dicari
    Para ilmuwan pada bidang kesehatan mental terus berusaha mencari pengobatan untuk depresi, dari terapi sampai obat minum.

    #Masalah biasa
    Depresi dialami sekitar 350 juta orang di dunia.

    Ilustrasi Depresi (Pixabay.com)

    #Mempengaruhi pekerjaan
    Salah satu gejala depresi adalah kehilangan motivasi dan bisa dilihat dari kehidupan pribadi orang tersebut. Menurut Pusat Depresi di Universitas Michigan, Amerika Serikat, kerugian yang diderita akibat menurunnya produktivitas karena depresi mencapai US$ 44 miliar atau hampir Rp 600 triliun.

    #Tak kenal usia
    Seperti penyakit mental lain, depresi bisa dialami siapa saja tanpa mengenal usia, status sosial, atau etnis. Pesohor seperti Kerry Washington dan Demi Lovato serta olahragawan ternama Brandon Marshalldan Andre Agassipernah mengalami depresi.

    Stigma negatif
    Depresi selalu menimbulkan stigma negatif di kalangan masyarakat. Banyak orang yang mengasosiasikan penyakit mental dengan kekerasan, sebuah persepsi yang keliru.

    #Tak pernah diungkapkan
    Ketakutan akan penilaian orang atau malu membuat para penderita depresi enggan untuk mengungkapkan keluhannya, terutama di kalangan pria. Hal itu justru membuat mereka tak bisa mendapatkan perawatan yang layak.

    #Menggiring pada bunuh diri
    Seperti yang sering terjadi dan juga dampak terburuk, masalah psikologis ini bisa menjadi begitu serius dan menjadi 90 persen penyebab bunuh diri.

    #Bukan cacat
    Depresi bukan kekurangan atau cacat seseorang. Seperti juga kanker dan diabetes, identitas seseorang tidak akan menjadi cacat karena penyakit mental. Gangguan mental bisa diatasi dengan perawatan yang tepat. Bukan tak mungkin orang yang pernah mengalami depresi menjalani hidup dengan sehat dan bahagia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.