Selasa, 11 Desember 2018

Supermodel Sara Sampaio Punya Kebiasaan yang Bikin Alisnya Bolong

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya Sara Sampaio di atas panggung Victoria's Secret Fashion Show 2017 di Shanghai, 20 November 2017. AFP PHOTO / FRED DUFOUR

    Gaya Sara Sampaio di atas panggung Victoria's Secret Fashion Show 2017 di Shanghai, 20 November 2017. AFP PHOTO / FRED DUFOUR

    TEMPO.CO, Jakarta - Supermodel Sara Sampaio mengaku memiliki gangguan mental yang dinamakan trichotillomania. Ini adalah gangguan mental yang membuat seseorang terdorong menarik atau mencabuti rambut, baik itu rambut di kepala, alis, bulu mata, dan rambut di bagian tubuh lain.

    Baca juga:
    Bidadari Victoria's Secret Kompak Luncurkan Lip Kit
    Mau Tahu Olahraga Favorit Para Angel Victoria`s Secret?

    Melalui Instagram, Sara Sampaio mengatakan trichotillomania membuat dia kerap mencabut rambut di kedua alisnya hingga terlihat bolong dan tipis. "Saya berusaha tidak menyentuh alis. Tapi saya menderita trichotillomania dan saya hanya menggunakan pensil alis untuk mempertebal alis," tulis model Victoria's Secret ini.

    Sara Sampaio mengaku menderita trichotillomania sejak berusia 15 tahun. Awalnya, dia mencabut bulu mata kemudian beralih ke alis. Untuk mengatasi gangguan ini, supermodel 27 tahun itu mengkonsumsi obat untuk mengatur saraf yang berkaitan dengan suasana hati.

    Sara Sampaio berpose untuk mempromosikan rancangan lingerie terbaru Victoria's Secret. Ia merupakan salah satu Angel Victoria's Secret yang paling populer di media sosial. Dailymail.co.uk

    Gangguan trichotillomania bersifat jangka panjang dan memiliki tingkat keparahannya dari sedang hingga berat. Belum diketahui apa penyebab gangguan ini. Faktor genetik, stres, dan rasa cemas diduga jadi pemicu trichotillomania yang lebih banyak menyerang wanita ini.

    AURA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.