Melahirkan lewat Operasi Caesar, Waspadai Penggumpalan Darah

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi operasi caesar. Babycenter.com

    Ilustrasi operasi caesar. Babycenter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, melahirkan anak pertamanya secara caesar, Rabu, 1 Agustus 2018.Berbagai kondisi ibu membuat dokter menyarankan agar ia melahirkan lewat opeasi caesar. Salah satu hal yang harus ia waspadai sesudahnya adalah penggumpalan darah.

    Wanita sering mengalami penggumpalan di pembuluh darah, terutama di bagian kaki, setelah melahirkan secara caesar. Sebuah penelitian menyimpulkan adanya hubungan operasi caesar dengan risiko peningkatan tromboemboli vena (VTE), yakni pembekuan darah dalam sirkulasi di pembuluh darah.

    Artikel lain:
    Cegah Pembekuan Darah dengan 5 Makanan Alami
    Bawang Putih Lancarkan Sirkulasi Darah, Kalau Bawang Merah? 
    Mengenal Emboli Penyebab Kematian Paula Modersohn-Becker
    Waspadai 10 Penyebab Serangan Stroke

    Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal CHEST menemukan bahwa C-section membawa risiko VTE lebih besar empat kali lipat dibanding persalinan normal.

    ADVERTISEMENT

    "Kami menemukan bahwa C-section menjadi faktor adanya peningkatan troboemboli vena (VTE) setelah melahirkan dan 3 kasus VTE terjadi dari 1.000 operasi cesar (C-section)," kata Marc Blondon, Managing Director dari Divisi Angiology dan Hemostasis, RS Universitas Jenewa di Swiss.

    Wanita hamil lebih rentan terhadap VTE karena berbagai faktor, termasuk stasis vena dan trauma terkait dengan persalinan. 

    "Pada masa setelah melahirkan, wanita yang melahirkan dengan cara operasi caesar berisiko menderita pembekuan darah (koagulasi) lebih besar dibandingkan proses persalinan normal (VD)," ujar Blondon.

    Artikel lainnya: 10 Alasan Ibu Harus Melahirkan lewat Operasi Caesar


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...