Jangan Asal Membuat Sulam Alis, Ini Saran Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tato alis. Shutterstock

    Ilustrasi tato alis. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Sulam alis tengah menjadi tren kecantikan yang banyak digemari. Tak hanya wanita, kaum pria pun mulai mencoba tren ini agar penampilan lebih menarik. 

    Dengan sulam, bentuk alis yang kurang sempurna bisa diperbaiki sesuai karakter wajah sehingga tidak perlu repot-repot lagi membentuk alis dengan pensil yang tentu membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

    Artikel terkait:
    Membaca Kepribadian Wanita Berdasar Bentuk Alis
    Kesalahan Saat Membentuk Alis, dari Ketebalan Sampai Proporsi  
    Tampil Cantik dengan Alis Alami, Ikuti Petunjuk Pembuatannya
    Tips Kecantikan: Kiat Merawat Alis agar Tampak Natural

    Namun, seiring menjamurnya tempat sulam alis, kita harus pandai dalam memilih sulam yang aman dan dikerjakan oleh ahlinya. Jangan sampai salah pengerjaan dan berujung penyesalan di kemudian hari. 

    Menurut pakar sulam alis dari Ali Tattoo Sulam, membuat sulam alis harus sesuai dengan karakter wajah seseorang sehingga kualitas alis terbaik dapat terlihat jelas.

    “Yang berkualitas itu adalah kita bisa sesuaikan dengan warna kulit dan bisa dicocokkan dengan bentuk wajah. Jadi, bukan karena ikuti tren tapi disesuaikan dengan karakter bentuk wajahnya,” terang Ali, pemilik Ali Tattoo Sulam yang sudah mempelajari teknik sulam tato secara otodidak selama 20 tahun. 

    Ali menambahkan sulam alis berkualitas itu harus bisa mempelajari bentuk karakter wajah sehingga alis tidak terlihat kaku dan wajah terlihat cantik menarik. Ali juga menekankan perbedaan jenis kulit penting untuk diketahui.

    "Ada jenis kulit kering, berminyak, dan tipis. Itu kelebihannya, selain mempelajari bentuk wajah, kita juga bisa membedakan kulit tipis, berminyak, dan kering," jelasnya. 

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.