Manfaat Minyak Terapi, Tak Hanya Memberi Keharuman

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minyak esensial rosemary. jujuaroma.com

    Ilustrasi minyak esensial rosemary. jujuaroma.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat di perkotaan yang memiliki mobilitas tinggi sering kali mengalami keluhan akan berbagai masalah kesehatan. Kebanyakan disebabkan tekanan dan tuntutan bermacam aktivitas, seperti pekerjaan. Belum lagi saat menghadapi macet dan polusi di jalan, pasti membuat tingkat stres semakin tinggi.

    Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut ternyata bisa simpel dilakukan oleh siapa pun di rumah, termasuk dengan menggunakan aromaterapi yang dapat memberi relaksasi dan ketenangan. Cara ini sudah banyak diterapkan, terutama di kota besar. 

    Artikel lain:
    7 Minyak Alami Sahabat Kecantikan dan Kesehatan
    Awet Muda Berkat Minyak Almond
    Beragam Fungsi Minyak Zaitun untuk Kecantikan
    Khasiat Minyak Patchaouli bagi Kecantikan

    Ragam aromaterapi yang digunakan beragam seperti minyak esensial dan aromaterapi, dan juga jenis therapeutic.  Khusus untuk therapeutic berasal dari bahan alami seperti bermacam jenis bunga segar serta rempah asli Nusantara lain.

    Febe Suzanna Tahapary, kepala pemasaran produsen theurapetic oil Owellness, minyak yang memiliki kemampuan sebagai antiseptik, antibakteri, menenangkan, memperbaiki kekebalan tubuh, menyegarkan, menenangkan, mengatasi stres, antioksidan, serta menangkal berbagai radikal bebas. 

    Bagi masyarakat yang hidup di perkotaan, lanjutnya, minyak terapi sangat cocok digunakan untuk relaksasi sehingga dapat membantu menghilangkan stres dan bisa juga dipakai untuk ibu hamil yang butuh ketenangan serta kenyamanan. Selain itu juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menangkal penyerapan radikal bebas, menimbulkan efek menenangkan dan menyenangkan kepada pengguna.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.