Sikap Pasangan Kasar dan Ringan Tangan, Kenapa Tetap Bertahan?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi KDRT/kekerasan domestik. Shutterstock

    Ilustrasi KDRT/kekerasan domestik. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kita mungkin sudah sering mendengar teman atau saudara terjebak dalam pernikahan yang diwarnai kekerasan fisik dan heran mereka bisa bertahan. Atau mungkin Anda sendiri tengah mengalaminya, menerima perlakuan kasar dari pasangan tapi bingung mengakhirinya.

    Mengatakan stop pada kekerasan tak semudah membalikkan telapak tangan. Psikolog Roslina Verauli M Psi, Psi berbagi kiat mengantisipasi kekerasan dalam sebuah hubungan dan mengatasinya bila telanjur terjadi. 

    Artikel lain:
    7 Alasan Pria Berbohong kepada Pasangan
    Tanda Pasangan Belum Siap Menikah hingga Berujung Perceraian
    Pasangan seperti Parasit, Tanda Hubungan Cinta Bermasalah
    Berdebat dengan Pasangan Dapat Menentukan Kekuatan Hubungan

    Pertama, yang perlu diperhatikan, sejak kapan pasangan berlaku agresif, apakah baru-baru ini saja atau sudah sejak masa pacaran? Kalaupun tidak memukul, apakah dia pernah memukul orang lain? 

    “Pola perilaku agresif, terutama yang melibatkan kekerasan fisik, tidak mendadak muncul. Dari awal hubungan (sebelum menikah), seharusnya sudah terbaca pola perilaku itu. Misalnya, dia temperamental atau meledak-ledak kepribadiannya, suka melakukan kekerasan pada orang lain. Ini indikasi yang harus diwaspadai,” kata Roslina. 

    Sayangnya, meski sudah mengenali adanya indikasi perilaku negatif sejak dini, beberapa wanita bersedia melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Pernikahan berjalan, agresivitas menjadi-jadi, tapi memilih bertahan.

    “Alasannya beragam, bisa karena ketergantungan secara finansial maupun emosional, status di tengah masyarakat, anak, atau mungkin Anda tipe wanita yang submisif, yakni tipe wanita yang menghayati bahwa dalam relasi laki-laki dan wanita, wanita jadi obyek yang nrimo, menerima apa pun perlakuan pasangan, menghayati, malah menikmatinya, merasa memang selayaknya, sepantasnya diperlakukan seperti itu,” ujar Roslina. 

    AURA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.