Biaya Pengobatan Leukimia Tidak Murah, Ini Kata Ibunda Denada

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Denada dan putrinya. Tabloidbintang.com

    Denada dan putrinya. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bukan hanya tenaga, penyanyi Denada rela berkorban harta demi mengembalikan keceriaan buah hatinya, Shakira Aurum. Saat ini Shakira tengah menjalani perawatan intesif di Singapura karena menderita leukemia.

    Emilia Contessa, ibunda Denada, menuturkan, tidak murah untuk membiayai pengobatan cucunya. Biaya yang dikeluarkan Denada untuk perawatan anaknya selama 10 hari saja bisa mencapai Rp 400 juta.

    Baca juga:
    7 Gejala Leukimia seperti yang Dialami Anak Denada
    Ini Faktor Penyebab Anak Terserang Leukemia
    Dokter: Tidak Ada Pencegahan Leukemia pada Anak
    Harapan Hidup Anak Penderita Leukemia, Berapa Lama Batasnya?

    "Dalam keadaan kemarin yang sebulan itu, dia diisolasi. Biayanya untuk kamar saja sampai 15 juta sehari. Saya dengar-dengat mereka keluar uang dalam 10 hari sampai 400 juta," kata Emilia Contessa, penyanyi top di era 1970 dan 1980-an.

    Membongkar biaya yang dikeluarkan, bukan berarti Denada minta dikasihani. Emilia hanya sekadar menginformasikan ke masyarakat bahwa pengobatan leukemia tidak murah.

    "Ini cuma sekadar informasi. Di indonesia pun pengobatannya sudah mahal sekali, apalagi di Singapura," katanya.

    Emilia menambahkan, keputusan Shakira berobat ke Singapura atas saran dokter. Bahkan ia berencana menanyakan Departemen Kesehatan tentang kabar obat leukemia yang tidak menentu.

    "Kadang ada kadang enggak, itu yang saya dengar. Makanya saya ingin konfirmasi ke Departemen Kesehatan. Saya dengar dari beberapa dokter, khususnya dokter darah, itu bisa menemukan anak-anak menderita leukemia bisa 2-3 anak setiap bulan," uja Emilia.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.