Cara Candice Swanepoel Melawan Body Shamming setelah Melahirkan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Candice Swanepoel berpose di karpet merah peragaan busana Victoria's Secret di Spring Studios, New York, 28 November 2017. AP

    Candice Swanepoel berpose di karpet merah peragaan busana Victoria's Secret di Spring Studios, New York, 28 November 2017. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Model Victoria’s Secret Candice Swanepoel mengalami body shaming setelah foto dirinya berbikini tersebar di dunia maya belum lama ini. Netizen mengomentari penampilannya itu terlihat berubah usai melahirkan anak keduanya.

    Baca juga:
    Rahasia Tampil Cantik Candice Swanepoel 

    Hamil, Contek Gaya Busana Super-Model Victoria's Secret

    Foto tersebut menunjukkan model 29 tahun ini berjalan di pantai mengenakan bikini berwarna krem, dan perutnya terlihat sedikit buncit. Candice Swanepoel menyadari dirinya jadi korban body shamming, dia kemudian mengunggah kembali foto tersebut melalui Instagram Strories-nya. “Ini adalah aku 12 hari setelah melahirkan anak laki-lakiku,” tulis Swanepoel, seperti dikutip dari laman New Beauty.

    Model asal Afrika Selatan ini mengatakan ia tidak malu menunjukkan perutnya setelah melahirkan. “Saya mengandung anak saya selama 9 bulan di dalamnya, saya pikir saya berhak memiliki perut buncit, apakah itu karena saya seorang model? Yah kita juga orang biasa jadi biarkan aku menikmati pantai dengan damai," ujarnya ibu dua anak ini.

    Baca juga:

    Dianggap Terlalu 'Berdaging', Miss Italia Alami Body Shamming  

    Audy Soal Body Shaming: Badan Saya Segi Tiga, Balon, Tak Peduli

    Selain foto itu, Swanepoel mengunggah satu foto lain, saat dirinya di pantai sedang hamil besar. Dia kembali menuliskan pesan yang mengajak semua wanita untuk bersikap baik satu sama lain.

    “Saya tidak perlu menyembunyikan perut saya hanya karena orang-orang memiliki standar wanita yang tidak realistis,” tulisnya. “Kami menciptakan kehidupan .. apa yang bisa kamu lakukan? Ladies kita semua harus bersama-sama, bersikap baik satu sama lain. ”.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.