Rabu, 18 Juli 2018

Tak Perlu Menangisi Mantan, Cepat Lupakan dengan Saran dari Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menangisi foto mantan kekasihnya. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita menangisi foto mantan kekasihnya. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap pasangan pasti tak menginginkan perpisahan. Namun, karena satu dan lain hal, kadang  perpisahan tak terhindarkan.

    Rasa berat hati dan galau pasti mengiringi. Tetapi, kita juga perlu menyadari kalau hidup harus berlanjut dengan atau tanpa dirinya. Bagaimana caranya move on?  

    Kadar patah hati yang dirasa setiap orang akan berbeda-beda. Tergantung penyebab putusnya hubungan. Apakah hubungan terpaksa diakhiri karena pengkhianatan, tak direstui orang tua, perbedaan karakter yang mencolok,  atau kemungkinan konflik lain.

    Baca juga:
    Lebih Bahaya Godaan Mantan Pacar atau Mantan Gebetan?
    6 Alasan Sebaiknya Tidak Pacaran dengan Mantan Pacar Sahabat
    Mantan Sudah Move On Duluan, Kamu Kapan?
    3 Hal Ini Menandakan Kamu Belum Move On dari Mantan

    Secara umum, menurut penelitian yang dipublikasikan di The Journal of Positive Psychology, perlu waktu sekitar 11 minggu bagi seseorang untuk bangkit pascaperpisahan. Tetapi, perpisahan  dalam konteks pernikahan  akan memakan waktu lebih lama. Bisa membutuhkan waktu  selama 18 bulan untuk pulih dari sebuah perceraian.

    Konselor hubungan dan terapi seks dari lembaga pelayanan hubungan Relate di Inggris, Ammanda Major menekankan bahwa pemulihan diri pascaperpisahan  membutuhkan proses dan waktu.

    “Setiap akhir dari sebuah hubungan pasti terdapat sebuah periode untuk berduka. Dalam periode tersebut, mereka yang patah hati dapat merefleksikan hubungan dan perilaku mereka selama ini,” ujar Major.

    Dalam sebuah hubungan, kita selalu bicara tentang dua orang. Tidak hanya “saya” tetapi  “kita”. Ketika hubungan berakhir, Anda kembali sendiri. Artinya ini adalah kesempatan untuk melakukan sesuatu demi diri sendiri, misalnya menjalani hobi, bersantai dengan keluarga dan teman, atau bahkan pergi berlibur.

    “Jangan tergesa-gesa untuk membina hubungan baru. Berikan waktu bagi diri Anda untuk beristirahat dan memanjakan diri,” saran Major.

    Hal senada juga diungkapkan oleh penulis buku Breaking Up Hard To Do, Sue Coleman.  

    “Keluarlah dari kamar untuk bersenang-senang meski belum siap. Setiap orang memiliki hari yang baik dan buruk, tetapi perlu diketahui bahwa luka akan membaik seiring waktu. Jadi, pergilah bersenang-senang, seperti berbelanja pakaian baru atau memotong rambut sebagai tanda bahwa Anda telah memulai kehidupan baru yang lebih baik,” saran Coleman.

    AURA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Musim Berburu Begal Saat Asian Games 2018 di Jakarta

    Demi keamanan Asian Games 2018, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran dengan target utama penjahat jalanan dan para residivis.