Rabu, 18 Juli 2018

Manfaat dan Risiko Diet Paleo yang Harus DIketahui

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makanan diet. shutterstock.com

    Ilustrasi makanan diet. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu diet yang saat ini sedang tren adalah paleo, yakni diet yang terinspirasi dari kebiasaan makan manusia gua. Fokus diet paleo yaitu buah-buahan, sayuran, daging, makanan laut, dan kacang-kacangan. Makanan olahan tidak dianjurkan pada diet paleo dan justru harus dihindari.

    Gagasan mengenai diet paleo didasarkan pada apa yang nenek moyang kita makan selama periode Paleolitik, yaitu 10.000 sampai 2,5 juta tahun yang lalu. Diet ini populer ketika Loren Cordain, PhD, profesor sains kesehatan dan olahraga di Universitas Negeri Colorado di Amerika Serikat, mengeluarkan buku "The Paleo Diet" pada 2002.

    Diet paleo didesain untuk membantu orang menurukan berat badan dengan menciptakan kembali lingkungan makanan setelah kita berevolusi. Namun, bagaimana manfaat dan juga risiko yang ditimbulkan setelah diet paleo dilakukan? Berikut penjelasannya, seperti dilansir health.com.

    Baca juga:
    Buat yang Ingin Diet, Jangan Abaikan Asupan Kalsium
    Supaya Diet Tak Gagal, Ketahui 5 Alasan Selalu Merasa Lapar
    Ingin Mengecilkan Perut tanpa Diet, Jauhi Permen Karet dan Garam
    5 Alasan Kamu Harus Mencoba Diet Keto

    #Manfaat diet paleo
    Diet paleo bermanfaat bagi mereka yang memiliki masalah kardiovaskular dan serat yang didapatkan dari buah dan kacang-kacangan bagus untuk kesehatan. Buah dan sayuran kaya antioksidan, vitamin, mineral, dan fitonutrien, serta telah terbukti dapat mengurangi kemungkinan berkembangnya sejumlah penyakit degeneratif, termasuk kanker, diabetes, dan penurunan neurologis.

    Kandungan protein yang tinggi penting untuk tulang, pertumbuhan kulit, otot, tulang, dan tulang rawan. Lemak sehat dari kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, minyak zaitun, minyak ikan, dan daging dari hewan yang diberi makan rumput segar mengandung lemak tak jenuh tunggal dan omega 3 yang dapat mengurangi kasus obesitas, kanker, diabetes, penyakit jantung, dan penurunan kognitif.

    #Risiko diet paleo
    Diet ini ternyata belum tentu merupakan diet seimbang, karena tidak mungkin memakan makanan yang benar-benar sama dengan nenek moyang, seperti tanaman yang dulu dimakan kini banyak yang punah. Daging yang sekarang dikonsumsi tidak kaya nutrisi karena terlalu banyak campuran bahan kimia pada pakannya dan banyak sapi atau ayam hasil suntikan.

    Meniadakan biji-bijian berarti berkurangnya asupan serat yang bermanfaat bagi kesehatan usus. Kacang polong yang juga tidak dianjurkan dalam diet ini membuat tubuh kekurangan magnesium, selenium, dan mangan yang padahal baik untuk kesehatan usus.

    Mengikuti diet paleo berti mengurangi konsumsi susu, keju, dan yogurt dan hal tersebut membuat tubuh kekurangan kalsium sehingga kepadatan tulang dan gigi rendah. Asupan protein yang dianjurkan pada jenis diet paleo jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

    Maka sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu sebelum melakukan diet paleo. Suplemen kalsium dan vitamin D mungkin harus dikonsumsi bersamaan, terutama saat Anda memulai diet ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Musim Berburu Begal Saat Asian Games 2018 di Jakarta

    Demi keamanan Asian Games 2018, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran dengan target utama penjahat jalanan dan para residivis.