Kamis, 22 November 2018

Minum Kopi Dingin atau Panas, Mana yang Lebih Baik?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cupping atau menghirup aroma kopi. shutterstock.com

    Ilustrasi cupping atau menghirup aroma kopi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat cuaca panas, kita akan lebih memilih untuk mengonsumsi minuman dingin. Es krim, jus buah dingin, atau minuman dingin lain tentu terasa menyegarkan.

    Beberapa orang mungkin juga memilih kopi dingin daripada menyeruput kopi panas saat siang hari atau saat merasa kegerahan. Ternyata, minum kopi dingin berbeda manfaatnya dengan kopi panas.

    Kopi panas dikenal baik untuk mengurangi risiko penyakit jantung, mengurangi risiko penyakit diabetes tipe 2, dan bahkan dipercaya bisa memperpanjang usia. Kopi juga dianggap mampu mengurangi risiko depresi dan membantu meningkatkan kemampuan kognitif.

    Artikel lain:
    Kopi Ternyata Bermanfaat untuk Tanaman, Ketahui Caranya Berikut
    Buat Pecinta Kopi, Wajib Coba Resep Soes Goreng Kopi
    Waspadai Efek Negatif Kecanduan Kopi
    Sarapan Jangan Cuma dengan Kopi dan Kue

    Kadar polifenol, mineral, dan antioksida yang tinggi adalah rahasia di balik manfaat kopi tersebut. Dengan menambahkan es pada seduhan kopi ternyata tidak mengubah manfaatnya. Nutrisi pada kopi tidak akan berkurang, berapapun suhu penyajiannya.

    Namun, es kopi rupanya sedikit lebih bermanfaat dibanding kopi panas. Kopi dingin memiliki tingkat keasaman 67 persen lebih rendah daripada kopi panas sehingga merupakan pilihan yang lebih baik bagi kita yang memiliki masalah lambung.

    Es kopi juga pilihan tepat untuk lidah yang sensitif terhadap panas. Akan tetapi, kopi dingin ternyata punya konsentrasi kafein yang lebih tinggi. Jadi, jika memiliki masalah tidur atau insomnia, sebaiknya hindari minum kopi dingin atau es kopi.

    TEEN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.