Rabu, 18 Juli 2018

Hati-hati, Alergi Makanan Memicu Kecemasan pada Anak

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak alergi. fearlessparent.org

    Ilustrasi anak alergi. fearlessparent.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Alergi makanan ternyata bisa memicu kecemasan pada anak, selain menganggu kesehatan. Fakta ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Columbia di New York, Amerika Serikat.

    Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatrics menunjukkan bahwa anak-anak yang alergi makanan memiliki prevalensi kecemasan masa kecil yang jauh lebih tinggi. Kecemasan sosial meningkat akibat anak mengalami alergi makanan dan ketakutan akan penolakan dan penghinaan sosial.

    Baca juga:
    Ketahui 11 Tipe Alergi
    2 Kondisi Rumah yang Bisa Memicu Alergi
    Terlalu Higienis Malah Bikin Anak Alergi, Apa Sebabnya?  
    Alergi Juga Bisa Mengintai Hewan Peliharaan, Begini Mengatasinya

    "Kondisi yang mengancam jiwa dapat menimbulkan kecemasan dan anak yang mengalami kecemasan sosial karena berbeda dari anak-anak lain meningkat. Hal ini tergantung pada usia anak dan penanganan alergi makanan dalam situasi tertentu," ujar penulis utama Renee Goodwin, dari Universitas Columbia, dikutip dari laman Boldsky.

    Penelitian ini melakukan analisa dari 80 pasien anak berusia 4-12 tahun yang mengalami alergi maupun tanpa alergi makanan, dan pengasuh dengan status sosial ekonomi yang rendah. Di antara anak-anak dengan alergi makanan, 57 persen memiliki gejala kecemasan dibandingkan dengan 48 persen anak tanpa alergi makanan.

    Alergi makanan tidak terkait dengan gejala depresi masa kecil atau gejala kecemasan atau depresi pengasuh mereka. Penelitian selanjutnya merencanakan untuk memeriksa hubungan anak usia remaja yang alergi makanan dengan timbulnya risiko depresi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Musim Berburu Begal Saat Asian Games 2018 di Jakarta

    Demi keamanan Asian Games 2018, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran dengan target utama penjahat jalanan dan para residivis.