Rabu, 18 Juli 2018

Jangan Suka Membandingkan Anak, Ini Efek Buruknya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu bertemu anak sepulang kerja. nbcnews.com

    Ilustrasi ibu bertemu anak sepulang kerja. nbcnews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pepatah yang mengatakan bahwa setiap anak itu unik dengan caranya sendiri ternyata memang benar. Ini adalah aturan praktis yang harus diikuti oleh setiap orang tua jika ingin membesarkan anak yang percaya diri dan bahagia.

    Menjaga harga diri anak adalah hal yang utama. Membandingkan anak dengan anak-anak lain, adalah hal yang sama sekali tidak benar dan bisa merendahkan harga diri mereka.

    Banyak penelitian mengungkapkan bagaimana membandingkan anak dengan anak-anak lain dapat menghambat perkembangan mental dan mempengaruhi harga diri mereka, yang mungkin memiliki efek jangka panjang di masa depannya.

    Artikel lain:
    6 Gerakan Olahraga Ringan untuk Ibu dan Anak
    Pendidikan Dasar Anak Selalu Berawal dari Rumah, Bukan Sekolah
    Musik Tingkatkan Konsentrasi Belajar pada Anak
    Anak Susah Makan Rentan Stress Jika Terus Dipaksa

    Kata-kata seperti "Lihatlah anak itu, dia jauh lebih baik dari kamu," atau "Mengapa kamu tidak bisa bersikap seperti dia," itu sangat umum, terutama ketika anak-anak nakal dan sebagai orang tua, kita tidak dapat mengendalikan kemarahan atau frustrasi. Namun, apa efek kata-kata ini pada pikiran seorang anak adalah sesuatu yang harus diperhatikan.

    Perbandingan tidak pernah baik, bahkan untuk orang dewasa. Anak-anak merasa sangat sulit untuk menghadapi kritik negatif. Lebih menyakitkan bagi seorang anak untuk mendengar dari orang tuanya bahwa anak yang lain jauh lebih baik daripada dirinya.

    Sebagai orang tua, penting untuk memberi tahu anak-anak apa yang benar dan salah. Penting juga untuk menunjukkan kesalahan mereka, tetapi melakukan hal itu dengan membandingkannya dengan teman sebaya jelas tidak akan cocok dengan anak itu.

    Ilustrasi anak-anak bermain bersama. shutterstock.com

    Anak dikelilingi oleh persaingan hampir di mana-mana, di sekolah, di kelompok bermain, dan bahkan di taman. Yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah membiarkan mereka jauh dari "fase persaingan", setidaknya di rumah. Ini pasti akan membuat anak-anak tetap membumi.

    Anak-anak harus diajarkan bagaimana mereka dapat mengatasi kelemahan mereka dan berubah lebih baik. Anak juga harus bisa diajarkan untuk lebih percaya diri agar mampu bersaing di lingkungan sosial nantinya.

    Jelas bahwa setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak mereka. Tetapi perbandingan hanya akan mendemoralisasi mereka, sebuah efek yang kemungkinan besar akan bertahan seumur hidup.

    Di bawah ini adalah beberapa alasan utama mengapa Anda tidak harus membandingkan anak dengan anak-anak lain, seperti dilansir Boldsky.com

    • Perbandingan secara perlahan mengarah pada keraguan diri. Ketika kita diberitahu bahwa kita tidak bisa unggul dalam hal tertentu karena orang lain lebih baik, perlahan seiring waktu, kita mulai meragukan keterampilan kita sendiri. Hal yang sama berlaku untuk pikiran anak juga.
    • Jika Anda cenderung membandingkan anak dengan temannya, anak tetangga, atau dengan temani sekolahnya, itu hanya akan menanamkan kecemburuan pada dirinya. Kecemburuan bisa berubah menjadi kebencian dan agresi dalam jangka panjang.
    • Perbandingan menanamkan hal negatif dalam pikiran anak. Dia tidak akan lagi dapat mengambil tantangan dan tugas baru dengan positif. Penting untuk membesarkan anak-anak yang memiliki sikap positif terhadap kehidupan dan bukan orang yang takut melakukan hal-hal baru karena takut gagal dan kemudian dibandingkan dengan teman-temannya.
    • Salah satu hal terpenting untuk disadari ketika membandingkan anak dengan orang lain adalah bahwa hal itu tidak hanya membuat kepercayaan diri rendah tetapi juga mempengaruhi hubungan dengan anak dengan cara yang negatif.
    • Jika Anda cenderung membandingkan anak, sangat jelas bahwa mereka akan berkembang menjadi orang dewasa yang gugup. Dari menjadi anak-anak yang bahagia dan tumbuh menjadi orang dewasa yang bahagia.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Musim Berburu Begal Saat Asian Games 2018 di Jakarta

    Demi keamanan Asian Games 2018, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran dengan target utama penjahat jalanan dan para residivis.