Cara Rita Widyasari Tenangkan Diri di Tahanan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus suap pemberian izin lokasi perkebunan di Kutai Kartanegara, Rita Widyasari menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 30 Mei 2018. Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Terdakwa kasus suap pemberian izin lokasi perkebunan di Kutai Kartanegara, Rita Widyasari menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 30 Mei 2018. Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Rita Widyasari tak ingin seperti ayahnya, mantan Bupati Kutai Kertanegara Syaukani Hasan Rais, yang mengalami stress setelah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK pada 2007. Rita Widyasari yang merupakan Bupati Kutai Kertanegara non-aktif sudah 8 bulan mendekam di balik jeruji sejak ditahan KPK pada 6 Oktober 2017.

    Baca juga:
    Divonis 10 Tahun, Ini Detail Gratifikasi Bupati Rita Widyasari
    Hakim Heran Emas Tak Bersertifikat Rita Widyasari Dibeli Mahal

    Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonis Rita Widyasari dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider tiga bulan kurungan pada Jumat, 6 Juli 2018. Hakim menyatakan Rita Widyasari bersalah karena menerima gratifikasi sebesar Rp 110,7 miliar terkait perizinan proyek Pemerintah Kabupaten Kutai Kertanegara selama menjabat sebagai bupati pada 2010 sampai 2017. Rita Widyasari juga terbukti menerima suap senilai Rp 6 miliar dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun alias Abun terkait pemberian izin perkebunan sawit.

    Rita Widyasari melakukan berbagai hal di tahanan KPK untuk menghilangkan jenuh dan menghalau stress. Ketika awal masuk tahanan, dia membuat puisi untuk mencurahkan isi hatinya. "Dinding penjara penuh dengan puisi saya," kata Rita pada Maret 2018. Perempuan 44 tahun itu menulis semua kegiatannya di tahanan dan nantinya akan membuat buku tentang kisah hidupnya plus novel bertema cinta.

    Terdakwa kasus gratifikasi atas perizinan proyek-proyek di Kabupaten Kutai Kartanegara, Rita Widyasari (kiri), berpelukan dengan kerabat sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 28 Februari 2018. Sidang ini beragenda pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum. ANTARA

    Di saat bosan menulis, Rita Widyasari mencoba melukis meski dia mengaku goresan catnya masih kurang bagus. Dia menggantungkan karyanya tersebut di dinding kamar. Alhasil, lukisan-lukisan yang sebagian besar bertema bunga dan manusia itu memenuhi dinding kamar tahanannya.

    Selain membuat puisi, menulis, dan melukis, Rita Widyasari suka olahraga senam dan yoga, sekaligus untuk menjaga kebugaran tubuh. Dia juga kerap berbincang dengan penghuni rutan KPK lainnya, menonton televisi terutama drama India, dan mendengarkan musik dangdut. Rita Widyasari pun tak segan mengajak delapan orang tahanan perempuan yang beragama Islam untuk segera ke mushala saat azan berkumandang.

    Artikel lainnya:
    Idul Fitri di KPK, Rita Widyasari Dijenguk Suami dan Tiga Anaknya

    Rita Widyasari menganggap penjara KPK sebagai pesantren untuk mendalami agama. Dia rajin membaca Al-Quran dan menghafal surat-surat pendek. "Saya berdoa, berusaha tenang, sabar, dan ikhlas," kata dia. "Hidup ini seperti main game, tapi sekarang lagi game over."

    TAUFIQ SIDDIQ | ALFAN HILMI | AJI NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.