Selasa, 13 November 2018

Ketahui 4 Penyebab Masalah Bau Kaki Tak Sedap

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kaki. Restmylegs.com

    Ilustrasi kaki. Restmylegs.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain wajah bagian tubuh lainnya yang harus diperhatikan adalah kaki. Pasalnya jika kaki tidak mendapatkan perawatan yang baik dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. Hal ini dapat membuat orang di sekitar kita merasa tidak nyaman. Selain itu, kepercayaan diri pun otomatis berkurang.

    Beberapa orang masih kurang memperdulikan perawatan kaki. Padahal, hal ini cukup penting. Terlebih jika kamu suka pakai sepatu terbuka, jangan sampai kuku jamuran atau berbau tidak sedap.

    Baca juga:
    Alasan Kenapa Tumit Kaki Wanita Sering Pecah-pecah
    5 Kiat Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Kaki

    Berikut ini adalah beberapa penyebab masalah bau kaki yang harus kita perhatikan. 

    1. Kuku kaki 
    Tidak hanya kuku jari tangan yang perlu diperhatikan dan dipotong, kuku jari kaki juga perlu. Kuku yang panjang akan mudah terselip kotoran dan akan menyebabkan bau kaki yang tak sedap dan terlihat jorok. 

    2. Kebersihan kaki 
    Kebersihan kaki sangatlah penting, untuk itu selalu ingat untuk membasuhnya dengan benar. Saat mandi, jangan lupa usapkan sabun dan bersihkan hingga ke celah-celah jari. 

    Baca juga:
    Kaki Kering dan Kusam Bisa Berseri dengan 6 Bahan Alami
    12 Teknik Menjaga Kekuatan Kaki

    3. Sepatu yang lembap atau kotor
    Telapak kaki kita seringkali tertutup sepatu seharian. Bayangkan kalau sepatunya lembab dan kotor, pastinya kaki akan ikut kotor dan berbau tak sedap. 

    4. Keringat pada kaki
    Sering tertuutup sepatu juga bisa bikin kaki gerah dan akhirnya keringatan. Keringat yang muncul akan menempel di sepatu dan dapat menjadi penyebab timbulnya bau.

    TEEN
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.