Rabu, 19 September 2018

Libur Sekolah, Hidupkan Imajinasi Anak di Festival Seni Balon

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indonesia Balloon Art Festival 2018 di Mal Ciputra, Jakarta Barat, berlangsung pada Jumat - Minggu, 29 Juni - 8 Juli 2018. TEMPO | Rini K

    Indonesia Balloon Art Festival 2018 di Mal Ciputra, Jakarta Barat, berlangsung pada Jumat - Minggu, 29 Juni - 8 Juli 2018. TEMPO | Rini K

    TEMPO.CO, Jakarta - Masa libur sekolah paling asyik jika diisi dengan aktivitas yang membangun kreativitas dan imajinasi anak. Salah satu agenda yang bisa dilakukan bersama anak adalah menikmati aneka balon bernuansa seni di Indonesia Balloon Art Festival 2018 yang berlangsung di Mal Ciputra Jakarta.

    Baca juga:
    Bosan di Rumah Selama Libur Sekolah, Yuk Lihat Aksi Dinosaurus
    Libur Sekolah ke Mal, Saksikan Atraksi Menegangkan Wheel of Death

    General Manager Mal Ciputra Jakarta, Ferry Irianto berharap festival balon dapat menjadi sarana edukasi untuk anak ketimbang terus-menerus bermain gadget. "Kami ingin menghibur sekaligus mendidik anak dengan menggunakan material sederhana," kata Ferry Irianto saat pembukaan Indonesia Balloon Art Festival di Mal Ciputra, Jakarta Barat, Jumat 29 Juni 2018.

    Bagi yang ingin berbisnis dengan aneka kreasi balon, menurut Ferry Irianto, bisa mendapatkan inspirasi bentuk hiasan dari balon dalam acara yang berlangsung di area Center Court lantai Lower Ground Mal Ciputra. Kesenian balon yang ada di festival tersebut dibuat oleh Adalima Balloons yang didukung oleh komunitas Indonesia Baloon Artist Club.

    General Manager Mal Ciputra Jakarta, Ferry Irianto (baju merah) berjabat tangan dengan CEO yang juga pendiri Adaloma Balloons, Leonard Suharli, saat konferensi pers Indonesia Balloon Art Festival 2018 di Mal Ciputra Jakarta, Jumat 29 Juni 2018. TEMPO | Rini K

    Chief Executive Officer atau CEO yang juga pendiri Adalima Balloons, Leonard Suharli menjelaskan ada empat zona kreasi seni balon yang bisa dinikmati dalamdi dalam arena. Empat zona itu adalah Maluku, Nias, Yogyakarta, dan Bali. Zona Maluku menyuguhkan keindahan alam bawah laut lengkap dengan peselancar yang terbuat dari balon dan sedang bermain di atas ombak.

    Di zona Nias terdapat balon yang membentuk kesenian 'Pelompat Batu Nias'. Zona Yogyakarta menghadirkan stupa Candi Borobudur lengkap dengan patung Budha yang terbuat dari balon. Untuk zona Bali, ada gapura besar lengkap dengan ukiran barong hingga penari kecak dan pendet yang semuanya terbuat dari balon.

    Indonesia Balloon Art Festival 2018 di Mal Ciputra, Jakarta Barat, berlangsung pada Jumat - Minggu, 29 Juni - 8 Juli 2018. TEMPO | Rini K

    "Ada 70 orang yang membuat kesenian balon ini, menghabiskan sekitar 150 ribu buah balon, dan dikerjakan selama empat hari," kata Leonard Suharli. Dia tak memungkiri ada berbagai risiko yang mungkin terjadi pada balon yang sudah terpasang, misalnya rusak, warna pudar, sampai pecah. Sebab itu, dia berharap setiap pengunjung berhati-hati dan tidak merusak balon ketika masuk ke arena, serta jangan membawa benda tajam, seperti jarum.

    Untuk mencegah balon rusak atau pecah, Leonard Sumali mengatakan ada balon yang dibuat rangkap dua dan melakukan mengecekan secara berkala hingga acara Indonesia Balloon Art Festival 2018 berakhir pada Minggu, 8 Juli 2018. Selain menjadi serep jika balon pecah, balon yang dirangkap dua juga bisa menghasilkan warna baru jika digabung dengan warna berbeda atau menggunakan warna yang sama supaya warnanya tampak lebih kuat. "Jadi, jangan lupa foto-foto di dalam karena Instagrammable banget," ucap dia.

    Indonesia Balloon Art Festival 2018 di Mal Ciputra, Jakarta Barat, berlangsung pada Jumat - Minggu, 29 Juni - 8 Juli 2018. TEMPO | Rini K

    Pengunjung dapat menikmati Indonesia Balloon Art Festival 2018 dengan membeli tiket melalui loket.com dan Go-Tix dari Gojek seharga Rp 20 ribu untuk hari Senin sampai Kamis, dan Rp 30 ribu di akhir pekan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.