Sabtu, 18 Agustus 2018

Uang Sering Jadi Sumber Konflik Pasangan, Apa Saja Sebabnya?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menghitung uang. shutterstock.com

    Ilustrasi menghitung uang. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda merasa suka pada seseorang tetapi meragukan kemampuan finansialnya, apakah harus menolaknya? Mungkin saja pendapatan orang tersebut lebih dari cukup. Namun, yang harus menjadi perhatian adalah ketika mereka memiliki kebiasaan buruk dalam menata finansialnya.

    Mungkin mereka boros atau terlalu gila investasi atau acuh terhadap rencana masa depan sehingga tidak punya cukup tabungan. Sementara di hati, Anda yakin ingin menikah dengan orang bukan karena materinya.

    Dikutip dari The Balance, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh pasangan yang sudah mulai masuk ke jenjang yang lebih serius.

    Artikel lain:
    5 Jurus Mengelola Uang Saat Terima Gaji Pertama
    Tak Selamanya Uang Bisa Membeli Cinta
    4 Kesalahan Keuangan yang Tak Diinginkan Pengantin Baru
    5 Rencana Keuangan untuk Anda yang Berusia 20-an

    Pertama, lihat kemampuan pasangan dalam mengatur keuangan, apakah mereka orang yang menabung paling tidak 30 persen dari pendapatannya. Apakah mereka orang yang menyiapkan dana cair di tabungan untuk 6 bulan ke depan sebagai dana darurat atau apakah mereka hanya orang yang tidak peduli dengan tabungan pensiun.

    Percayalah, indikator tersebut menunjukkan karakter kemampuan seseorang dalam mengatur keuangan. Kedua, survey menunjukkan bahwa finansial adalah faktor penting yang membentuk pernikahan. Menurut laporan CNBC, keuangan adalah penyebab utama stres dalam hubungan jangka panjang, dengan 35 persen responden mengatakan bahwa uang adalah sumber utama konflik dalam hubungan mereka.

    Masalah ini tampaknya menjadi lebih buruk ketika pasangan semakin tua, dengan 44 persen responden antara usia 44 hingga 54 tahun menyatakan bahwa uang adalah penyebab terbesar konflik dalam hubungan mereka.

    Ketiga, cari solusi dengan membentuk hubungan yang sehat. Hubungan yang sehat mensyaratkan bahwa kedua orang berbagi nilai, visi, dan kebiasaan yang sama tidak hanya soal pengeluaran dan tabungan, tetapi juga cara berinvestasi.

    Namun jangan khawatir. Anda dan pasangan tidak perlu berdebat masalah yang terlalu rumit. Yang paling penting adalah visi umum tentang bagaimana Anda mengelola keuangan dapat sejalan dengannya.

    Tidak apa-apa jika satu orang agak boros sementara yang lain bersandar ke arah berhemat. Tidak apa-apa jika satu orang berinvestasi sedikit lebih agresif, sementara yang lain lebih terkendali. Selama Anda berdua memiliki sinyal yang sama, ada kemungkinan besar akan berhasil. Bahkan, hubungan Anda bisa menjadi lebih kaya karenanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.