3 Minuman Teman Nonton Piala Dunia 2018 Selain Kopi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cupping atau menghirup aroma kopi. shutterstock.com

    Ilustrasi cupping atau menghirup aroma kopi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Piala Dunia 2018 adalah kompetisi sepak bola yang paling ditunggu-tunggu. Tak jarang, kebanyakan orang memilih menonton tim jagoan mereka hingga larut malam.

    Sambil menonton berbagai makanan dan minuman untuk menemani begadang pun ikut disiapkan. Kopi masih menjadi minuman favorit penghilang kantuk. Namun, selain kopi, minuman-minuman di bawah ini juga sangat cocok menemani begadang.

    Artikel lain:
    Tips Mengatasi Kantuk Akibat Menonton Piala Dunia 2018
    Tips Pakai Tato Temporer Dukung Tim Favorit di Piala Dunia 2018
    5 Tips Menemani Pacar Menonton Piala Dunia 2018
    Tips Membersihkan Tato Temporer setelah Menonton Piala Dunia 2018

    #Teh hitam
    Teh hitam juga memiliki kandungan kafein yang membantu tetap terjaga seperti kopi. Meski demikian, kefein yang terkandung pada teh hitam lebih rendah dibanding kopi. Buat yang ingin begadang nonton Piala Dunia 2018 dan tidak bisa minum kopi, coba minum teh hitam.

    Ilustrasi teh hitam. shutterstock.com

    #Cokelat hangat
    Minuman cokelat hangat bisa menjadi andalan saat begadang nonton Piala Dunia. Tidak hanya rasanya yang enak, cokelat hangat juga berfungsi membantu otak lebih fokus dan membuat terjaga lebih lama.

    Minuman Cokelat Panas dari Swiss. tabloidbintang.com

    Jus apel
    Selain dua minuman di atas, jus apel juga dapat mengusir rasa kantuk saat begadang karena mengandung fruktosa yang bisa menyeimbangkan fungsi otak dan membuat melek lebih lama. Jika malas membuat jus apel, makan buah apel juga ampuh menghilangkan kantuk.

    Ilustrasi jus apel. Sxc.hu/Zsuzsanna Kilian

    TEEN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.