Paula Verhoeven Ogah Pacaran Lama, Pakar: Ingat Bibit Bebet Bobot

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paula Verhoeven meniti karier modelling sejak masih remaja. Model berusia 30 tahun ini menjadi salah satu jajaran Top Model Asia. Instagram.com

    Paula Verhoeven meniti karier modelling sejak masih remaja. Model berusia 30 tahun ini menjadi salah satu jajaran Top Model Asia. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Paula Verhoeven dan Baim Wong segera meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Keduanya bahkan akan segera menggelar acara lamaran dan pertunangan pada bulan Juli mendatang.

    Meski baru tiga bulan menjalin hubungan, model cantik Paula Verhoeven sudah mantap akan menikah dengan Baim Wong. Paula mengatakan ia tidak perlu berpacaran lama-lama untuk menikahi pria yang dianggap jodohnya.

    Baca juga:

    Paula Verhoeven Jaga Tubuhnya Tetap Bugar dengan 5 Olahraga Ini

    Alami Adalah Kunci Kecantikan Paula Verhoeven, Apa Itu

    Psikolog Kasandra Putranto mengatakan keputusan yang diambil Paula adalah hal yang wajar terjadi pada wanita. Dalam sebuah hubungan setiap wanita akan memiliki sisi emosial yang menentukan bagaimana perasaannya. Sisi emosional inilah yang kemudian akan mengatur sisi rasional wanita itu sendiri.

    “Mungkin saja rasionalnya memang sudah melakukan perhitungan. Tinggal tingkat kesalahannya berapa persen dari perhitungan itu,” ujar Kasandra kepada Tempo, Senin, 25 Juni 2018. Meski begitu Kasandra mengingatkan pentingnya untuk mengetahui soal bibit, bebet, dan bobot dari pasangan.

    Saat fitness, Paula Verhoeven lebih senang memilih dumbbell untuk sesi latihannya. Olahraga ini efektif membentuk otot lengan, bahu, serta dada, juga supaya terlihat lebih kencang dan sehat. instagram.com

    Hal ini menurut Kassandra untuk memastikan bagaimana kualitas pasangan yang sesuai dengan kepribadian kita. Sebab menurutnya, tidak ada pasangan yang sempurna untuk setiap orang. “Karena harus dicocokkan dengan profil pribadi diri.” kata Kasandra

    Baca juga:

    Kriteria Pria Ideal untuk Selena Gomez versi Ibunya

    Hailey Baldwin-Justin Bieber Mesra Lagi, Ini Kiat Balik ke Mantan

    Paula Verhoeven dan Baim Wong. Tabloidbintang.com

    Selain itu, Kassandra juga mengingatkan pentingnya masalah bibit untuk mengetahui kualitas keluarga dan orang tua demi mengetahui faktor-faktor genetis dan pola asuh dari pasangan agar bisa sesuai. Begitu juga soal prinsip genetika hukum Mendel juga perlu diperhatikan. Misalnya kalau keluarganya pendek jangan jadi alasan nanti kalau anak-anaknya tumbuh menjadi pendek pula dan hal lainnya.

    “Kalau bebet adalah status sosial untuk mempertimbangkan kualitas ini untuk bisa diterima dan tidak dipermasalahkan di kemudian hari. Sedangkan bobot untuk mengetahui bagaimana kualitas diri, baik pendidikan, agama, ketrampilan dan lain-lain,” jelas Kasandra.

    Namun Kassandra menyayangkan kebanyakan wanita sering kali tidak jelas dan tidak berdasarkan rasional. Hal ini karena kebanyakan wanita  lebih mengandalkan dorongan emosional. “Terutama perempuan yang masih berusia muda. Semakin dewasa perempuannya semakin mampu rasional,” tutup Kasandra.

    YATTI FEBRI NINGSIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.