Kelaparan Tengah Malam Konsumsi 3 Makanan Ini Tak Bikin Gemuk

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buah Ceri. (dok. splendidtable)

    Buah Ceri. (dok. splendidtable)

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa orang pernah merasa lapar saat tengah malam. Biasanya banyak yang lebih memilih untuk mengonsumsi makanan yang praktis seperti junk food, mie instan atau bahkan makanan kalengan.

    Padahal jenis makanan-makanan tersebut justru memiliki kalori yang tinggi dan berpengaruh buruk untuk tubuh kita. Supaya asupan kalori tetap terjaga, konsumsi 3 makanan yang tidak akan membuatmu gemuk saat dimakan tengah malam.

    Artikel lainnya:

    Paula Verhoeven Jaga Tubuhnya Tetap Bugar dengan 5 Olahraga Ini

    4 Makanan Penambah Semangat Beraktivitas setelah Libur Lebaran

    Awas, Timbunan Sampah Seusai Lebaran Berpotensi Sebarkan Penyakit

    Saran Pakar untuk Mengatasi Kram Kaki Saat Perjalanan Mudik

    OatmealJadikan oatmeal sebaga camilan (dok. unsplash)
    (dok. unsplash)

    Saat lapar menyerang, ada baiknya untuk mengonsumsi oatmeal dibanding sereal. Oatmeal mengandung sumber karbohidrat kompleks dan kalori yang rendah. Mengkonsumsi oatmeal di tengah malam tidak akan menaikkan berat badan dan akan tetap membuatmu merasa kenyang.

    Pisang Pisang juga bisa memicu kantuk, lho (dok. unsplash)
    (dok. unsplash)

    Pisang juga bisa jadi andalan bagi kamu yang sering merasa lapar di tengah malam. Tidak hanya mengatasi rasa lapar saja, pisang juga bisa memicu rasa kantuk dan menghilangkan kecemasan. Hal itu karena pisang mengandung kalium dan magnesium yang tinggi.

    Buah Ceri
    Buah ceri salah satu camilan yang baik (dok. splendidtable)
    (dok. splendidtable)

    Selain pisang, buah ceri pun bisa mengatasi rasa laparmu saat tengah malam tanpa harus takut berat badanmu naik. Studi dari Journal of Gizi di Eropa mengungkapkan bahwa mereka yang meminum jus ceri di malam hari akan tidur lebih nyenyak dibanding mereka yang tidak mengkonsumsinya. 

    TEEN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).