Awas, Timbunan Sampah Seusai Lebaran Berpotensi Sebarkan Penyakit

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sampah. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Ilustrasi sampah. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah Lebaran, sampah yang bertumpuk tidak dapat dihindari karena banyaknya konsumsi makanan dan minuman. Hal ini sangat berbahaya karena sampah bisa menimbulkan berbagai penyakit. Apalagi petugas pembuang sampah juga ikut libur sehingga banyak sampah yang belum terangkat.

    Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ari Fahrial Syam, mengatakan keadaan tersebut biasanya menyebabkan munculnya penyakit karena banyak binatang yang membawa bibit penyakit.

    "Jika tidak diperhatikan dan tidak dicegah keberadaannya, akan membawa dampak juga bagi kesehatan. Lalat jelas membawa berbagai penyakit infeksi usus, baik yang hanya diare sampai yang berat, seperti demam thypoid," katanya.

    Artikel lain:
    Kelola Sampah Sendiri Itu Kotor dan Menjijikkan, Itu Keliru
    Moschino Ubah Sampah Jadi Busana Couture
    Beragam Fungsi Kantong Plastik Sampah
    Perempuan Blasteran yang Pede Punguti Sampah

    Dia mengatakan tikus berperan besar menimbulkan penyakit demam kuning atau leptospirosis. Nyamuk, terutama yang berada sekitar rumah, menjadi sumber penyakit jika jenisnya Aedes aegypti, yang membawa virus demam berdarah.

    "Oleh karena itu tetap harus diperhatikan kebersihan di dalam dan sekitar rumah. Memang saat ini tidak ada hujan, tetapi ketika ada genangan air bersih, misalnya dari air buangan AC atau kulkas dan dispenser, " ujarnya.

    Dia menuturkan berbagai penyakit akibat adanya vektor yang tumbuh subur akibat lingkungan yang tidak bersih harus diantisipasi, yaitu infeksi usus, demam typhoid, disentri, leptospirosis, dan demam berdarah atau DHF.

    Menurutnya, ketiadaan pembantu rumah tangga, termasuk liburnya jasa katering, umumnya menjadi masalah bagi para ibu rumah tangga, yang kebetulan tidak pulang kampung. Mereka cenderung menyimpan makanan sebanyak-banyaknya di kulkas. Selain itu, ada kecenderungan menyimpan makanan di meja makan atau pada suhu kamar dalam waktu lama.

    "Pada saat dikonsumsi selanjutnya, jangan lupa untuk dipanaskan kembali. Pada saat penyimpanan harus tetap diperhatikan makanan yang matang jangan berdekatan dengan makanan yang mentah sehingga makanan yang matang tidak terkonsumsi bakteri, yang kebetulan hidup pada makanan yang mentah tersebut," ucap Ari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.