Sabtu, 23 Juni 2018

Tips Simpan dan Hangatkan Makanan Berlebih saat Lebaran

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makanan Indonesia. shutterstock.com

    Ilustrasi makanan Indonesia. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat Lebaran banyak sajian makanan yang terhidang. Mulai dari makanan berat, camilan, dan lainnya. Pada akhirnya, mungkin tidak semua makanan itu habis dalam satu hari. Ada makanan yang belum habis dan sayang jika dibuang. Biasanya orang akan menyimpan makanan tersebut kemudian dihangatkan kembali ketika hendak menyantapnya.

    Baca juga:
    Menyantap Makanan Bersantan saat Lebaran Aman, Asal...
    Makan Enak saat Lebaran, Jangan Terlena dan Kena 4 Penyakit Ini

    Sebelum menyimpan makanan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya tidak memantik munculnya bibit penyakit dan berdampak negatif pada kesehatan. Science Editor America's Test Kitchen dan Adjunct Associate Professor of Nutrition in the Department of Nutrition di Harvard School of Public Health, Harvard University, Guy Crosby, mengatakan selain dibuang sayang, ada alasan lain makanan yang dihangatkan lebih enak.

    "Makanan yang dihangatkan memiliki peningkatan rasa karena terjadi pemecahan protein untuk melepaskan asam amino, seperti glutamat dan nukleotida kecil. Akibatnya, makanan terasa lebih pekat dari sebelumnya," kata Crosby seperti dikutip dari laman ift. "Intinya, terjadi reaksi kimia yang menghasilkan molekul rasa baru."

    Pada umumnya orang akan menyimpan sisa makanan di lemari es. Ketika melakukan ini, Crosby mengingatkan agar tidak langsung memasukkan makanan panas ke dalam kulkas. Musababnya, cara ini bisa membuat suhu di dalam lemari es naik di atas 4 derajat Celcius dan saat itu mikroorganisme berbahaya bisa tumbuh, terutama pada makanan yang sudah disimpan di kulkas lebih dulu.

    Ilustrasi isi kulkas. shutterstock.com

    "Suhu panas dari makanan yang masuk ke kulkas bisa memicu pertumbuhan mikroorganisme berbahaya di dalam makanan," ucap dia. Sebelum memasukkan makanan ke dalam kulkas, biarkan dulu makanan hingga suhu ruang, sekitar 26 -32 derajat Celcius, baru kemudian masuk ke dalam kulkas.

    Untuk menghangatkan makanan sisa tadi, Crosby, cara paling tepat adalah dengan menggunakan microwave. Hanya saja microwave tidak bisa memanaskan semua jenis makanan karena panasnya belum tentu merata. Alternatif lain adalah menghangatkan makanan sebagaimana saat awal memasak makanan itu. Contoh menghangatkan sup, maka kita bisa memasukkan lagi sup ke dalam panci kemudian memanaskannya di atas api sedang.

    Mengawetkan makanan di dalam kulkas juga tak bisa terlalu lama. Crosby menjelaskan beberapa jenis makanan akan kedaluarsa dalam jangka waktu tertentu, meski disimpan di lemari es. "Jika tidak dibekukan, makanan yang disimpan di dalam kulkas paling lama bertahan 3 sampai 4 hari," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.