Senin, 10 Desember 2018

Mengenal Hijaber Jago Main Skateboard Revin Chairani

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain skateboard, Revin Chairani, di Plaza Semanggi, Jakarta, Jumat 8 Juni 2018 (Tempo/Astari P Sarosa)

    Pemain skateboard, Revin Chairani, di Plaza Semanggi, Jakarta, Jumat 8 Juni 2018 (Tempo/Astari P Sarosa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Skateboard kerap dikaitkan dengan aktivitas yang cukup ekstrem dan di Indonesia masih didominasi oleh laki-laki. Anggapan itu ditepis oleh Revin Chairani sejak tiga tahun lalu. Saat itu, perempuan berusia 23 tahun ini masih mengenyam pendidikan di Telkomsel University. Di sana, dia penasaran dan terpacu mencoba trik dan gaya main papan seluncur.

    Baca juga:
    Ulat Bulu Ganggu Pelatnas Skateboard, Ini Tips Pemadam Kebakaran

    "Aku mulai bermain skateboard saat kuliah. Ada unit kegiatan mahasiswa skateboard di kampus," kata Revin Chairani, di Plaza Semanggi, Jakarta, Jumat 8 Juni 2018. Saat itu belum banyak perempuan yang bermain papan seluncur, sehingga kebanyakan teman Revin adalah laki-laki.

    Skateboard memang bukan olahraga mudah. Revin Chairani tahu konsekuensi dari bermain skateboard, bahkan tangannnya pernah robek karena jatuh. "Tapi banyak hal positif juga dari jatuh itu. Aku merasa lebih kuat sebagai cewek dan tidak manja. Kegiatan ini bikin penasaran terus," ucap dia.

    Mengenakan hijab tidak membatasi Revin ketika mencoba trik baru bermain papan seluncur. Awalnya, hijabnya memang sering menutupi wajah saat melaju dengan kecepatan tinggi. Tapi sekarang dia sudah menemukan solusi yang pas.

    "Aku suka pakai hijab yang segi empat biasa kemudian pakai peniti di dada dan bahu. Jadi kalau lompat-lompat tetap menutupi dada," tutur Revin. Dia juga kerap memakai sweater atau kaos lengan panjang saat bermain skateboard. Adapun bawahannya berupa celana panjang yang longgar agar nyaman untuk jongkok dan lompat.

    Menurut Revin, banyak perempuan yang sebenarnya ingin mencoba bermain skateboard tapi malu atau sudah takut duluan. "Padahal kalau mau coba, ya coba saja. Tidak perlu takut," kata Revin mantap. Kamu berminat mencoba?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.