Selasa, 21 Agustus 2018

Dewi Perssik Belum Punya Anak, Ada 6 Kemungkinannya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dewi Perssik dan Angga Wijaya

    Dewi Perssik dan Angga Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi dangdut Dewi Perssik diketahui sudah menikah tiga kali. Pada 2005 dia menikah dengan pedangdut Saiful Jamil, kemudian aktor Aldi Taher pada 2009, dan sekarang Dewi Perssik menikah dengan manajernya sendiri, Angga Wijaya. Meski tiga kali menikah, sampai saat ini Dewi Perssik belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan.

    Baca juga:

    Dewi Perssik dan Suami Bertengkar di Medsos, Jangan Asal Bicara
    Dewi Perssik Dianjurkan Punya Anak, Dampaknya pada Keharmonisan

    Di sebuah acara televisi, Dewi Perssik mengungkapkan alasan dia tak kunjung hamil dengan suami sebelumnya. Sampai di pernikahan ketiganya ini, perempuan yang biasa disapa Depe tersebut mengisyaratkan rencana panjang jika punya momongan. Dewi Perssik menyinggung perihal keyakinan pada sosok pria yang akan menjadi ayah dari anak-anaknya.

    Gaun Dewi Perssik 2 (instagram.com)

    Selain alasan yang disampaikan Dewi Perssik tadi, ada berbagai penyebab perempuan belum punya buah hati. Mengutip laman Eliteday, setidaknya ada enam penyebab perempuan yang sudah menikah belum punya momongan.

    1. Tidak bisa secara fisik
    Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC menunjukkan sekitar 6 persen perempuan yang sudah menikah dengan usia 15-44 tahun, tidak subur. Mereka belum juga hamil meski telah berhubungan intim dengan suami tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Ketidaksuburan pada perempuan bisa dipicu beberapa hal, misalnya usia, berat badan, konsumsi alkohol, merokok, stres, sampai gangguan hormonal.

    2. Memang tidak mau
    Punya anak atau tidak adalah pilihan setiap individu, dan pasangan tentunya. Beberapa perempuan secara pribadi atau bersama dengan pasangannya, sadar tidak mau memiliki anak karena berbagai alasan, misalnya mengejar karier, tekanan dari keluarga, dan berangkat dari kesadaran sosial. Jika ada pasangan yang memutuskan tidak mau punya anak, mungkin mereka berpikir hidup berdua saja sudah cukup. Bahkan mungkin mereka lebih tertarik mengasuh anak-anak terlantar ketimbang punya anak sendiri.

    3. Repotnya mengurus anak
    Ketika punya anak, seorang perempuan harus fokus mengurus buah hatinya. Komitmen mengurus anak ini harus konsisten sampai anak itu dewasa dan mungkin tak semua orang mampu menjalaninya. Selain itu, mengurus anak berarti harus memiliki kekuatan ekonomi karena banyak kebutuhan anak yang harus dipenuhi.

    4. Tingkat kecerdasan
    Penelitian dari London School of Economics menunjukkan ada hubungan antara kecerdasan dan keinginan untuk punya anak. Menurut Psikolog Evolusioner, Satoshi Kanazawa, dorongan seorang perempuan untuk menjadi ibu turun 25 persen untuk setiap penambahan IQ 15 poin. Sebagai catatan, perempuan yang telah mencapai tingkat pendidikan tinggi umumnya memilih tidak punya anak. Hanya, dalam hipotesis ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

    5. Trauma dengan anak
    Pengalaman traumatik dengan anak bisa membuat perempuan menolak anak. Anak yang memicu trauma belum tentu anak yang dia lahirkan. Bisa jadi keponakan, anak tetangga, atau siapa pun.

    6. Pakai alat kontrasepsi
    Ketika bisa mencapai kepuasan seksual dengan alat kontrasepsi, lantas kenapa ambil risiko dengan memiliki anak? Mungkin itu yang terlintas di dalam pikiran perempuan yang menolak punya anak. Toh, kalaupun ingin punya anak, tinggal berhenti menggunakan alat kontrasepsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.