Kiat Mengajarkan Anak Keterampilan dalam Memecahkan Masalah

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu menemani anaknya belajar. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu menemani anaknya belajar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemampuan anak untuk memecahkan masalah adalah kunci dalam mengelola kehidupannya. Orang tua dapat mengajarkan keterampilan memecahkan masalah sejak dini dan terus mengasah kemampuan ini hingga ia dewasa.

    Setiap hari anak mengalami masalah, mulai dari kesulitan akademis hingga masalah di bidang lain. Namun, hanya sedikit dari mereka yang dapat memecahkan masalah tersebut. Anak-anak yang tidak memiliki keterampilan memecahkan masalah dapat menghindarinya saat menghadapi masalah.

    Alih-alih menaruh energinya untuk memecahkan masalah, dia mengatasi dengan menghindarinya. Itu sebabnya banyak anak tertinggal di sekolah atau berjuang mempertahankan pertemanan.

    Artikel lain:
    Bukan Keriput, Ini Masalah Kecantikan Terbesar Drew Barrymore
    Wanita Lebih Rentan terhadap 5 Masalah Mental Ini  
    3 Masalah Rambut Para Hijaber di Indonesia
    Kenali 4 Masalah Seputar Menyusui dan Solusinya

    Anak yang tidak memiliki kemampuan memecahkan masalah dapat bertindak tanpa sadar konsekuensi pilihan mereka, bahkan berperilaku impulsif. Misalnya, ada anak yang menyerobot antrean karena dia tidak yakin harus berbuat apalagi. Ia diam saja atau keluar kelas saat diolok-olok karena tidak mengetahui cara untuk menghentikannya.

    Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua dalam mengajarkan anak kemampuan memecahkan masalah, dilansir dari laman Verywell.

    Sebelum dapat memecahkan masalah, anak perlu mengidentifikasi dengan tepat apa masalahnya. Begitu anak-anak dapat mengidentifikasi masalahnya, ajarkan mereka untuk mengembangkan beberapa solusi.

    Cobalah untuk melakukan diskusi mengenai beberapa pilihan dan kemungkinan konsekuensi dari masing-masing, putuskan pilihan mana yang terbaik. Ajari anak bahwa jika mereka memilih jalannya, tindakan, dan tidak menyelesaikan masalah, mereka dapat selalu mencoba yang lain.

    Dorong mereka untuk terus mencoba memecahkan masalah sampai masalah tersebut diselesaikan. Jika anak ada masalah, jangan terburu-buru memecahkan masalah anak. Beri anak kesempatan untuk memecahkannya sendiri.

    Bantu anak untuk melakukan memecahkan masalah dalam kehidupan nyata. Jika anak lupa mengerjakan pekerjaan rumah, jangan terburu-buru membantunya. Diskusikan dengan anak proses pemecahan masalahnya, mungkin ia memiliki beberapa gagasan yang dapat dilakukannya dengan lebih baik.

    Jangan lupa untuk memberikan pujian saat anak mengemukan alasan atas pilihannya. Konsekuensi bisa mengajarkan kemampuan memecahkan masalah. Jadi biarkan anak mengambil konsekuensi dari tindakannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.