CLBK Saat Buka Puasa Bersama, Apa Pemicunya?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makan bersama. shutterstock.com

    Ilustrasi makan bersama. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Di bulan Ramadan, undangan buka puasa bersama alias bukber mengantre. Selain sebagai ajang reuni dan silaturahmi, terkadang cerita cinta lama terselip dalam momen berbuka bersama ini.

    Tak terasa cinta lama kembali bersemi alias CLBK. Jika benih cinta yang lalu kembali hadir, apa yang harus dilakukan?

    Reuni terkadang mengingatkan kita pada romantika masa muda yang bukan tidak mungkin membangkitkan kisah cinta masa lalu. Meski sudah terkubur sekian waktu, mengapa rasa itu bisa kembali hadir?

    Profesor psikologi dan ilmu saraf dari Universitas Concordia, Montreal, Kanada, Jim Pfaus, menerangkan bahwa keterikatan neurologis yang terjadi pada sepasang kekasih pada cinta pertama tidak jauh berbeda dengan keterikatan yang terjadi pada ibu dan bayinya. 

    “Hormon vasopresin dan oksitosin adalah kunci terjadinya hal tersebut. Jika orang tersebut adalah yang pertama, terbaik, dan paling intim buat Anda, otak akan merekamnya sebagai sesuatu yang istimewa, sehingga jika benih cinta lama bersemi kembali setelah reuni, itu adalah hal yang umum terjadi,” kata Pfaus.

    Pernyataan Pfaus juga dikuatkan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Neurophysiology pada 2010, yang menyatakan bahwa perasaan cinta yang romantis memicu hormon dopamin dan oksitosin di otak.

    Hormon dopamin mendorong manusia mengulang pengalaman yang menyenangkan, sedangkan hormon oksitosin membangun rasa kedekatan.

    AURA

    Artikel lain:
    Agar Buka Puasa Bersama Tak Cuma Wacana, Lakukan 4 Hal Ini
    Buka Puasa Bersama, Perhatikan Tempat Meletakkan Barang Bawaan
    Kiat agar Tampil Oke di Acara Buka Puasa Bersama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.