Insulin Memang Bikin Gemuk tapi Penyelamat Penderita Diabetes

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penderita diabetes. Dok: StockXpert

    Ilustrasi penderita diabetes. Dok: StockXpert

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah jurnal kesehatan menyebut perempuan lebih rentan terkena diabetes. Kondisi ini diperparah dengan berbagai mitos soal diabetes, dari konsumsi obat yang membutakan mata hingga insulin (bagi penderita diabetes tipe 1) yang menjelma menjadi lingkaran setan.

    Perempuan obesitas yang terkena diabetes tipe 1 disarankan memakai insulin. Ironisnya, insulin menyebabkan bobot bertambah. Bagaimana menyikapi lingkaran setan ini?

    Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Endokrinologi Indonesia, Dr. dr. Em Yunir, SpPD, KEMD menjelaskan, insulin bikin gemuk itu fakta.

    Insulin adalah jenis hormon anabolik yang merangsang pertumbuhan sel, lemak, dan protein dalam tubuh. Itu sebabnya pasien diabetes yang menggunakan insulin bobotnya bertambah.

     “Anda tidak perlu khawatir karena kenaikan akibat konsumsi insulin ada batasnya. Kenaikan bobot pasien di kisaran 4 sampai 5 kg. Itu efek yang tidak terhindarkan,” jelasnya.

    “Jika dibandingkan, angka kematian pasien diabetes yang pakai insulin lebih rendah daripada yang tidak pakai insulin. Meski lebih gemuk, angka harapan hidupnya lebih tinggi. Kualitas hidupnya pun membaik,” tambah Em Yunir.

    AURA

    Baca juga:
    Dokter: Penderita Diabetes Mesti Rutin Cek Gula Darah Sendiri
    Tepung Kelapa, Alternatif Nutrisi untuk Penderita Diabetes
    Kiat Penderita Diabetes Mengontrol Gula Darah Saat Puasa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.