Jangan Rendam Teh Celup Terlalu Lama, Dampaknya Buruk untuk Tubuh

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi teh hijau. TEMPO/Charisma Adristy

    Ilustrasi teh hijau. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Minum teh kini jadi lebih praktis berkat inovasi berupa teh celup. Bagi penggemar teh, membuat minuman teh dengan teh celup tentu lebih mudah daripada teh bubuk atau tubruk. Selain lebih cepat, kita juga tidak perlu menyaring ampas berupa daun teh.

    Namun ternyata kita perlu lebih hati-hati ketika menyeduh teh celup. Kita sebaiknya tidak mencelupkan kantong teh di dalam air panas dalam waktu cukup lama. Bukannya membuat rasa teh makin kuat atau membuat khasiat teh semakin bertambah, membiarkan kantong teh tercelup terlalu lama dalam air panas malah berdampak buruk untuk kesehatan. 

    Artikel lainnya: 

    Hindari Minum Teh Saat Sahur, Ini Alasannya

    Nikmati Teh di Pagi dan Sore, Rasakan Khasiatnya buat Tubuh

    Jangan terlalu lama mencelupkan teh ke dalam air ya (dok. Livestrong)
    (dok. Livestrong)

    Hal ini terkait dengan adanya kandungan zat klorin pada kantong kertas teh celup.  Klorin umum digunakan sebagai bahan disinfektan, untuk menghilangkan bakteri dari kertas bahan teh celup. Sayangnya, klorin dalam jumlah banyak juga berbahaya bagi tubuh kita.

    Baca juga: Mengenal Aneka Warna Teh dan Manfaatnya buat Kesehatan

    Masuknya klorin dalam jumlah banyak dalam tubuh kita bisa menyebabkan kanker, kemandulan, bayi lahir cacat, dan masih banyak lainnya. Oleh sebab itu, kita sebaiknya mencelupkan kantong teh sesuai aturan, yakni sekitar tiga sampai lima menit. Cara ini untuk mengantisipasi agar klorin pada kantong teh tidak banyak yang ikut terlarut dalam minuman yang kita konsumsi

     

    TEEN 

    .


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.