Puasa Tidak Membahayakan Janin, Asal...

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita hamil dan jus jeruk. Shutterstock

    Ilustrasi wanita hamil dan jus jeruk. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap bulan Ramadan, umat Islam diwajibkan menunaikan ibadah puasa. Bagaimana dengan wanita yang tengah hamil?

    Seperti diketahui, wanita hamil butuh nutrisi beragam untuk perkembangan janin. Apa yang harus dipertimbangkan jika ibu hamil ingin tetap berpuasa?

    Dalam Islam, ibu hamil termasuk golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa. Jika kondisi perempuan hamil dan janinnya mengkhawatirkan, ia boleh tidak berpuasa dan wajib membayarnya pada kemudian hari. 

    Ibu hamil butuh perhatian ekstra. Biasanya, selama hamil, para ibu mengalami gangguan kesehatan seperti mual, pusing, lemas, dan muntah. Hal tersebut dikhawatirkan bisa mengganggu jalannya ibadah puasa.

    Spesialis obstetri dan ginekologi dari Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah, Jakarta, dr Grace Valentine, SpOG mengatakan boleh tidaknya ibu hamil berpuasa bergantung pada kondisi kesehatan fisiknya. Jika kondisi ibu dan janinnya sehat, ia diperbolehkan berpuasa.

    “Puasa saat berbadan dua akan lebih aman apabila kehamilan tidak ada masalah. Sebelum berpuasa, berkonsultasilah kepada bidan atau dokter kandungan. Lakukan cek kesehatan umum secara berkala untuk mengetahui apakah Anda memiliki anemia dan diabetes gestasional,” ujar Grace.

    “Ibu hamil dengan anemia dan diabetes tidak disarankan berpuasa karena dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya, di antaranya pertumbuhan janin terhambat dan berat bayi lahir rendah,” tuturnya.

    AURA

    Baca juga:
    Agar Puasa Lebih Asyik, Lakukan 4 Hal Ini saat Ramadan
    Memahami Waktu Makan Besar yang Tepat seusai Berbuka Puasa
    Hal yang Harus Diperhatikan Ibu Menyusui Sambil Berpuasa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.