Bayi Tak Terbiasa Kontak dengan Bakteri, Risiko Kanker Meningkat

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi merangkak. freepik.com

    Ilustrasi bayi merangkak. freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Semua ibu, terutama ibu baru, ingin selalu memberikan lingkungan yang bersih dan aman untuk bayinya. Namun ternyata, pada tahun pertama, bayi perlu memiliki kontak dengan bakteri. Bayi yang tidak memiliki kontak dengan mikroba atau bakteri umum selama tahun pertama kehidupannya akan meningkatkan risiko kanker masa kanak-kanak. 

    Mengutip laman Newsweek, Profesor Mel Greaves dari Institute of Cancer Research di London, Inggris, mempelajari lebih dari tiga dekade penelitian untuk menyimpulkan bahwa leukemia limfoblastik akut (ALL) kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya kekebalan tubuh. Leukemia secara keseluruhan merupakan penyakit yang langka. Namun sepertiga dari kanker anak-anak adalah leukemia. Saat ini, sekitar 90 persen anak-anak sembuh dari penyakit ini berkat kemoterapi.

    Artikel lainnya:
    Bersihkan Mainan Anak agar Tidak Jadi Sarang Bakteri
    Protein Dalam ASI Kurangi Risiko Bayi Prematur Terkena Infeksi
    Mengenal Ensevalitis, Peradangan di Otak Akibat Infeksi Bakteri

    Profesor Greaves memiliki teori "infeksi tertunda", yang menjelaskan bahwa ALL dapat dipicu oleh dua hal. Pertama, seorang anak dilahirkan dengan mutasi genetik yang dapat menyebabkan leukemia. Dia juga menjelaskan, bayi yang tidak bersentuhan dengan bakteri umum pada tahun pertama kehidupannya sistem kekebalannya mungkin tidak siap untuk melawan ALL.

    Ilustrasi bayi tidur. Shutterstock

    Anak-anak yang memiliki mutasi genetik menghabiskan tahun pertamanya di rumah yang bersih dan jauh dari hal-hal yang berisiko. Itu bisa menjelaskan mengapa pasien ALL umumnya dari masyarakat kaya dan persentasenya tumbuh sebanyak 1 persen per tahun. Kegiatan sehari-hari, seperti menyusui dan mengirim bayi ke tempat di mana dia dapat melakukan kontak dekat dengan orang lain, cukup untuk meningkatkan sistem kekebalan anak.

    "Ini bukan masalah kebersihan, tapi berkaitan dengan kontak sosial bayi. Itu adalah sesuatu yang dapat dilakukan semua orang tua," ujar Profesor Greaves. Dia menuturkan para ibu yang tidak dapat menyusui tidak perlu khawatir, karena memastikan seorang anak memiliki kontak dengan bayi lain akan memberikan tingkat sistem kekebalan tubuh yang maksimal juga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.