Awas, Makan Gorengan Saat Buka Puasa Picu Iritasi Tenggorokan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Semacam gorengan tradisional di Uni Emirat Arab, banyak diburu pembeli selama ramadan. Getty Images/Francois Nel

    Semacam gorengan tradisional di Uni Emirat Arab, banyak diburu pembeli selama ramadan. Getty Images/Francois Nel

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat buka puasa dan sahur menjadi momen paling menentukan untuk membangun pertahanan tubuh setelah berpuasa hampir 14 jam sehari. Setelah belasan jam tidak mengunyah, kita diminta tidak sembarang memilih menu untuk mencegah infeksi mukosa dan tenggorok. 

    Dokter gigi Fiastuti Witjaksono menjelaskan, saat sahur dan berbuka, penting sekali untuk memilih makanan dan minuman yang sesuai dengan suhu tubuh normal manusia, yaitu 37 derajat Celsius. "Makanan dan minuman yang terlalu panas atau dingin memicu reaksi stres pada mukosa tenggorok, sehingga kuman lebih mudah masuk. Hindari juga makanan berminyak seperti gorengan karena menyebabkan iritasi tenggorok," ujar Fiastuti dalam diskusi media di Jakarta pekan ini.

    Artikel lainnya:
    Bukan Gorengan, Ini Menu Buka Puasa yang Lebih Sehat
    3 Macam Makanan yang Harus Dilupakan Kala Berbuka Puasa
    Menu Buka Puasa dengan 5 Makanan Khas Indonesia

    Ilustrasi hidangan ramadan atau puasa. shutterstock.com

    Mengkonsumsi menu dengan gizi seimbang saat berpuasa sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh selama beraktivitas. Fiastuti menjelaskan, saat berpuasa, waktu makan terbagi menjadi tiga, yaitu ketika sahur, buka, dan seusai salat tarawih. Saat sahur, utamakan mengkonsumsi makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, dan buah serta minum air putih dua-tiga gelas. Hindari minuman manis karena mempercepat rasa lapar muncul.

    "Saat berbuka, awali dengan makanan atau minuman manis untuk mengganti kadar glukosa darah yang turun selama berpuasa, seperti teh manis, kurma, atau kolak," tutur Ketua Departemen Ilmu Gizi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

    Fiastuti berujar, setelah itu, lanjutkan dengan makan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, sayur, dan buah serta minum tiga-empat gelas air putih. Seusai tarawih, konsumsi makanan kecil dan air putih satu-dua gelas.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara