Cerita Tantri Kotak dapat Hidayah Berhijab

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tantri Kotak. instagram.com

    Tantri Kotak. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tantri Syalindri Ichlasari, vokalis grup band Kotak, memutuskan berhijab pada Maret lalu. Tantri Kotak mengungkapkan, keputusan berhijab diambil melalui proses panjang dan serangkaian peristiwa yang dianggapnya sebagai teguran.

    Perubahan tersebut diputuskan melalui proses panjang dan runtutan peristiwa yang dianggapnya sebagai teguran. "Benang merahnya, mungkin ini memang sudah saatnya. Saya merasa di titik malu sama Allah, sudah dikasih semua tapi masih kosong, apa yang saya kasih," ujar Tantri di Jakarta, Selasa 22 Mei 2018.

    Dia mengingat kecelakaan yang dialaminya di Sergai, Sumatera Utara, yang membuatnya mendapat luka di dekat mata. Peristiwa tersebut dianggapnya sebagai petunjuk untuk berhijrah. 

    Artikel lainnya:
    Cerita Tantri Kotak Alihkan Perhatian Anaknya dari Tv ke Sepeda
    Coba Perawatan Pelangsingan, Tantri Kotak Dapat Pujian dari Suami
    Anak Kecanduan TV, Begini Cara Tantri Kotak Mengakalinya

    Vokalis Band Kotak, Tantri Syalindri Ichlasari. Instagram

    Lantas apa yang dirasakan Tantri Kotak setelah berhijab? "Intinya jauh lebih tenang, karena saya yang kepengen (berhijab). Pokoknya lebih nyaman dan tenang," ujar ibu satu anak ini.

    Keluarga juga memberi dukungan penuh atas keputusan Tantri Kotak berhijab. Bahkan sang suami, Arda, meminta agar Tantri Kotak berkomitmen untuk terus menutup aurat. "Mereka men-support. Karena ini kan perubahan yang lebih baik. Terlebih suamiku. Dia (Arda) malah minta jangan dibuka lagi," tandas Tantri Kotak.

    Di Ramadan 2018 ini meski telah berhijab Tantri tidak merasakan perbedaan. Namun dia ingin memanfaatkan momen Ramadan dengan lebih banyak ibadah dan mendalami ajaran Islam.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.