4 Penyebab Kita Selalu Belanja Lebih Banyak di Toko Swalayan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja kosmetik. Boldsky

    Ilustrasi belanja kosmetik. Boldsky

    TEMPO.CO, Jakarta - Kita mungkin membeli barang yang tak diperlukan ketika berbelanja di toko swalayan. Terutama saat Ramadan dan menjelang Lebaran, orang kerap berbelanja melebihi yang dibutuhkan.

    Penyebabnya ada banyak. Salah satunya kondisi toko swalayan yang dirancang sedemikian rupa sehingga kita merasa nyaman. Agar kantong tak kembali menipis setelah berbelanja di toko swalayan, perhatikan empat faktor yang membuat kita betah berlama-lama di sana, bahkan jadi belanja lebih banyak.

    1. Musik
    Penelitian Ronald E. Milliman yang dipublikasikan pada 1982 menyebutkan pendapatan toko swalayan di Amerika Serikat meningkat ketika memutar lagu bertempo lambat. Sebaliknya, penelitian pada 2014 di Norwegia dan Jerman menyimpulkan musik bertempo cepat justru membuat konsumen berbelanja lebih banyak ketika toko swalayan tengah ramai. Sebagai solusi, perhatikan efek musik. Gunakan earphone bila musik bertempo lambat mendorong kita membeli barang yang tak diperlukan.

    2. Rak barang dekat kasir
    Sambil menunggu antrean kasir, kita malah menambah pembelian yang dipajang di rak dekat kasir. Biasanya rak di bagian ini diisi dengan permen, keripik, atau minuman ringan, yang membuat kita tak sadar membelinya. Untuk mengalihkan perhatian, sibukkan diri dengan membaca majalah yang umumnya juga dipajang di dekat meja kasir.

    3. Harga barang
    Barang dengan harga yang lebih mahal biasanya ditaruh sejajar dengan pandangan mata atau ditempatkan di ujung rak. "Swalayan membuat makanan-makanan ini lebih terlihat untuk menghasilkan lebih banyak uang," kata ahli gizi Elana Paddock.

    Agar tak tergoda membeli barang yang lebih mahal, selalu perhatikan harga barang dan gunakan keranjang atau troli kecil. "Troli yang lebih besar akan mempengaruhi seberapa banyak Anda membeli," ujar Paddock, seperti dikutip The Huffington Post.

    4. Sampel
    Produk baru yang dijajakan dalam bentuk sampel berupa diskon atau kupon akan mendorong kita membeli produk itu tanpa berpikir panjang. Solusinya, jangan pernah berbelanja kala sedang lapar karena kemungkinan kita akan membeli lebih banyak makanan dan lebih mudah membeli produk yang tidak sehat.

    AURA

    Artikel lain:
    Perempuan Lebih Gampang Tergoda Belanja Tak Perlu, Ini Kata Pakar
    Alasan Generasi Milenial Lebih Suka Belanja secara Nontunai
    Perempuan, Punya Hari dan Jam Khusus untuk Belanja


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.