Pentingnya Konsumsi Sayur dan Buah Selama Puasa Ramadan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buah dan sayur. shutterstock.com

    Ilustrasi buah dan sayur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat puasa Ramadan, kebanyakan orang fokus menyediakan bahan makanan yang terbayang lezat di lidah. Alhasil, jenis makanan yang idealnya dikonsumsi saat berpuasa justru luput dianggarkan.

    Seperti diungkap Rachel Olsen, spesialis nutrisi dari Youvit, vitamin gummy untuk dewasa pertama di Indonesia, saat puasa Ramadan, ada baiknya lebih banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan lemak baik. Jenis makanan ini, kata Rachel, bisa menjadi penyeimbang dari sekian banyak makanan yang tidak terlalu baik, yang mungkin masuk ke tubuh saat puasa. 

    Artikel lain:
    Dokter Ungkap Alasan Kebaikan Puasa buat Kesehatan
    Penyebab Bau Mulut Saat Berpuasa dan Cara Mengatasinya
    Kata Dokter, Puasa Justru Bisa Mengatasi Sakit Maag

    "Makanan dengan kandungan lemak baik itu seperti alpukat, oatmeal, biji matahari, dan biji chia. Selain mengandung omega-3 yang melancarkan peredaran darah, makanan ini juga dapat menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung dan otak," ujarnya.

    Selain itu, konsumsi buah dan sayur setiap sahur dan berbuka puasa juga cukup penting. "Karena buah dan sayur kaya akan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik untuk tubuh," ucap Rachel.

    "Selain itu, buah dan sayur bermanfaat juga agar badan tidak mudah capek dan sakit saat puasa Ramadan. Tidak ketinggalan, buah dan sayur berguna untuk melancarkan proses defekasi (buang air besar) agar perut tidak terasa begah," tuturnya.

    Rachel merekomendasikan konsumsi buah dan sayur yang perlu ditingkatkan saat puasa Ramadan antara lain pisang, jeruk, kurma, apel, pokchoy, kangkung, wortel, dan bayam.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.