Hindari Menu Sahur yang Bikin Kamu Cepat Haus dan Lapar

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makanan manis. Shutterstock.com

    Ilustrasi makanan manis. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ramadan sudah berjalan hampir seminggu dan kita mulai menyesuaikan diri dengan puasa setiap hari. Namun semakin terbiasa dengan puasa, banyak yang tidak lagi memikirkan menu sahur yang sehat dan tepat. Padahal makanan sahur sangat penting untuk memberikan energi dan mencegah dehidrasi saat puasa, karena itu jangan dianggap sepele.

    Mengutip laman Sooperchef, ada beberapa makanan yang harus dihindari untuk sahur. Tidak hanya karena makanan tersebut tidak sehat, tapi juga karena dapat membuat perut tidak nyaman dan berbahaya untuk kesehatan saat sedang puasa. 

    #Kopi
    Biasanya orang minum kopi supaya mendapat energi saat sedang beraktivitas. Kegiatan minum kopi biasanya dilakukan saat sahur. Namun hal tersebut sebaiknya dihindari. Kopi, minuman panas, dan minuman bersoda tidak boleh diminum saat sahur karena menyebabkan perut tidak nyaman dan membuat tubuh ingin minum lebih banyak air.

    Artikel lainnya:
    4 Tips untuk Kamu yang Susah Bangun Sahur Tepat Waktu
    Penuhi Nutrisi Tubuh dengan 5 Buah Ini Saat Sahur dan Buka Puasa


    Jangan Sahur dengan Makanan yang Digoreng, Ini Kata Pakar

    Ilustrasi makanan berlemak dan susu. Shutterstock

    #Makanan asin dan pedas
    Hindari makanan asin dan pedas karena makanan tersebut akan membuat Anda kehausan sepanjang hari. Selain itu, sebaiknya menghindari makan makanan seperti keripik dan kacang asin, juga resep yang mengandung sosis saat sahur karena hal-hal tersebut juga akan membuat Anda kehausan saat sedang puasa.

    #Makanan sangat manis
    Cobalah tidak makan makanan yang mengandung gula dalam jumlah besar, seperti permen dan donat. Makanan tersebut dapat membuat perut cepat kenyang, tapi Anda akan merasa lapar sekitar 3-4 jam setelahnya. 

    ASTARI PINASTHIKA SAROSA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.