Penyebab Bau Mulut Saat Berpuasa dan Cara Mengatasinya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi bau mulut (pixabay.com)

    ilustrasi bau mulut (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu masalah utama saat berpuasa adalah bau mulut atau halitosis. Meski terkesan sepele, tak sedikit yang mengeluhkan bau mulut yang membandel. Untuk mengatasi bau mulut, Anda wajib mengenali dulu penyebabnya. 

    Pada dasarnya, penyebab bau mulut yang timbul kala berpuasa sama dengan bau mulut biasa yaitu kondisi gigi dan mulut yang kurang bersih. Akibatnya menurut dokter spesialis gigi Linus Boekitwetan, sisa-sisa makanan menumpuk di permukaan lidah, di antara gigi, dan gusi hingga menjadi tempat bagi bakteri untuk berkembang biak. Kondisi ini diperparah dengan produksi air liur yang berkurang selama berpuasa. 

    “Produksi air liur menjadi lebih sedikit pada waktu berpuasa karena tidak ada rangsangan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi,” ujar pendiri Linus Boekitwetan Dental Care.  Padahal, air liur kaya manfaat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Di antaranya, sebagai pembersih alami mulut dan mengandung enzim antibakteri. Alhasil, produksi air liur yang berkurang mendorong bakteri di mulut lebih aktif bekerja.

    Artikel lainnya: 

    Bibir Kering Saat Puasa Ramadan, Ikuti Tips ala Youtuber Abel Cantika
    Tips Mencegah Mata Lelah saat Puasa Ramadan 

    Bakteri yang patut diwaspadai adalah bakteri anaerob gram negatif. Mengutip pendapat Dr. Harold Katz dari The California Breath Clinics, bakteri jenis ini adalah patogen atau rentan menyebabkan penyakit. Salah satunya sebagai penyebab bau mulut akut.

    Cara kerja bakteri ini pada mulut yaitu dengan mengonsumsi sisa makanan yang mengandung protein. Hidup di sela permukaan lidah, di belakang tenggorokan, dan di celah gigi, bakteri ini menghindari paparan oksigen sambil terus mengonsumsi partikel makanan. Jenis bakteri ini juga mengonsumsi lendir dan jaringan mati pada pipi dan gusi. 

    Lalu, bagaimana cara mencegah bakteri penyebab bau mulut terus berkembang terutama kala berpuasa? Kuncinya, mulai dengan mengatasi mulut kering ketika berpuasa. Linus mengingatkan untuk tidak memperparah kondisi mulut yang sudah kering. Misalnya dengan minum minuman beralkohol atau merokok. Karena kedua kebiasaan ini memiliki kecenderungan membuat mulut makin kering.

    Selain itu, jenis makanan yang dikonsumsi wajib dijaga. Misalnya makanan yang mengandung bawang dan petai. Tidak ketinggalan, penggunaan obat kumur wajib diperhatikan. "Sebaiknya pilih obat kumur yang non alkohol supaya rongga mulut tidak menjadi semakin kering,” ucap Linus Boekitwetan.

    Baca juga: Tetap Bugar Selama Puasa Ramadan, Olahraga dan Jaga Nutrisi

    Dokter yang mendapat gelar Magister di bidang Ortodontik ini juga mengatakan, penggunaan obat kumur harus dibarengi dengan perawatan gigi yang teratur. Bukan cuma menyikat gigi teratur dengan pasta gigi mengandung fluoride, yang tak kalah penting  membersihkan sisa makanan pada sela gigi dengan benang gigi. Permukaan lidah tak boleh luput dibersihkan pula.

    “Terutama di bagian belakang lidah karena biasanya di sana tempat banyak bakteri berkumpul,” ujar Linus. Bagi yang menggunakan gigi palsu lepasan, disarankan untuk melepas dan membersihkannya sebelum tidur dan baru dipakai keesokan harinya. 

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.